Gaya Akting Ketoprak Mataram (Studi Kasus Group Ketoprak PS Bayu Sleman

Retno Dwi Intarti, RD (1997) Gaya Akting Ketoprak Mataram (Studi Kasus Group Ketoprak PS Bayu Sleman. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
052-KT007644 Bab-1.pdf - Submitted Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text
052-KT007644 Bab-2.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
Kesimpulan.pdf - Submitted Version

Download (788kB) | Preview
[img] Text
Lampiran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (14MB)
Official URL: http: //lib.isi.ac.id

Abstract

Sebuah gaya lahir sebagai suatu bentuk kwalitas khusus kwalilas (karakteristik) untuk sebuah pementasan. Untuk sebuah pertunjukan kolektif keberadaan gaya sangat ditentukan dari saling pengertian dan kesepakatan semua pekerja artistik. Seorang aktor sebagai peraga drama menghasilkan suatu kerja yang disebut akting, dan didalam ada gaya. Dalam PS Bayu memiliki suatu gaya yang membuat kelompok ini berbeda dengan kelompok lain. Dengan mendasarkan pada realita sehari-hari, maka gaya akting yang digunakan adalah gaya akting realis, Pengertian Realis disini adalah manusia atau tokoh pada posasi atau status sosialnya masing-masing. Gaya akting realis dengan pola penyajian humor sengaja dipilih kelompok ini disamping sebagai upaya untuk mcnghibur juga bertujuan untuk simpatik penonton humor lebih bayak ditonjolkan sebab memamg kelompok ini memiliki sumber daya manusia yang berpotensi dalam bidang lawakan. Karena penggunaan pola penyajian yang penuh humor maka oleh masyarakat umum ketoprak PS Buyu sering disebut sebagai Ketoprak Humor. Penggunaan idiom-idiom lucu ditambah dengan bahasa yang sedikit vulgar lemyata PS Bayu telah mengakar dihatimasyarakat kalangan menengah kebawah. Dalam Ketoprak PS Bayu juga memiliki teknik pemeranan yang merupakan latihan bagi seorang pemain agar dapat menjadi pemain yang baik. Rutinitas latihan meranan di kelompok ini memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Setiap anggota diharuskan bisa mengolah, mengasah, mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemeranannya secara individu. Kemampuan seorang pemain sangat tergantung pada kesadaran masing-masing Jika si aktor malas unuk berlalih yung merasa paling dirugikan adalah diri sendlri dan sebaliknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Teater > Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: Bandono BD Bandono
Date Deposited: 21 Dec 2015 02:00
Last Modified: 21 Dec 2015 02:00
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1020

Actions (login required)

View Item View Item