Garap Bonang Cenong Cecer Sore dan Garap Rebab Gending Madusari

Suyatno, SY (1988) Garap Bonang Cenong Cecer Sore dan Garap Rebab Gending Madusari. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
054-KT010592 Bab-1.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
054-KT010592 Bab-2.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
054-KT010592 Bab-3.pdf - Submitted Version

Download (834kB) | Preview
[img] Text
Lampiran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Karawitan adalah seni tradisional Indonesia yang medianya menggunakan alat gamelan/instrumen dan vokal yang dalam penyajiannya menggunakan laras slendro/pelog. Dalam penyajian karawitan sebetulnya memerlukan beberapa orang untuk mendukung panyajian uyon-uyon karawitan tersebut. Sehingga betul-betul merupakan kerja kolektif. Dalam penyajian uyon-uyon, sangat perlu dipikirkan bagaimana tabuhan untuk uyon-uyon yang benar. Tabuhan uyon-uyon merupakan tabuhan yang keras dan tegas. Dalam sajian uyon-uyon soran dengan gending Geger Sore laras slendro patet sanga perlu dihayati tabuhan seperti di atas, sehingga hasilnya dapat enak didengarkan. Tabuhan tersebut dapat dicari dengan data-data yang diperoleh melalui wawancara dengan ahli karawitan Yogyakarta. Dari data-data tersebut penulis ingin mencari kesatuan garap dari data-data yang diperoleh. Dalam hal kesatuan ga- rap penulis juga ingin mencari kesatuan garap dari gending Madusari laras slendro patet gag dalam sajian uyon-oyon lirihan. Terutama menyangkut instrumen yang disajikan oleh penyaji sendiri, dalam hal ini instrumen Rebab. Sebetulnya dalam penyajian uyon-uyon marupakan kerja yang melibatkan beberapa orang, yang memerlukan tenaga dan pikiran dari pendukumg atau pamain. Dalam pelaksanaan kerja memerlukan kesadaran dari semua pendukung untuk hadir dan aktif dalam latihan, sehingga kelancaran dalam latihan dapat tercapai dan dapat sukses dalam penyajiannya nanti. Sebetulnya kehadiran dan keaktifan pendukung merupakan hambatan yang pertame di dalam latihan studio. Penulis menyadari bahwa di samping membantu latihan ujian akhir pasti mempunyai kesibukan yang lain. Sehingga kadang-kadang acara latihan ujian akhir dengan acara mereka bersamaan. Dalam hal ini penulis menyadari sepenuhnya dan tidak dapat memaksa kehadiran me:-eka karena kesibukan yang pendukung. Hal tersebut merupakan hambatan dalam kelancaran dari latihan studio yang diadakan. Sebab kalau dipikir-pikirkan bahwa volume latihan juga sangat menentukan dalam keberhasilan penyajian nanti.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Karawitan
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Karawitan
Depositing User: Bandono BD Bandono
Date Deposited: 21 Dec 2015 01:57
Last Modified: 21 Dec 2015 01:57
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1028

Actions (login required)

View Item View Item