Emprak di Kabupaten Rembang

Ronny Eko Yulianto, - (1993) Emprak di Kabupaten Rembang. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id/

Abstract

Di Kabpaten Rembang terdapat suatu seni budaya tradisi yang dinamakan Emprak, dan disajikan pada saat-saat tertentu, seperti pada saat musim panen tiba, pembukaan dan penutupan bulan Sura atau sedekah desa. Kesenian Emprak biasa dipentaskan pada malam hari, kira-kira mulai dari pukul 21.00 sampai pukul 04.00 WIB. Tradisi penyajian kesenian Emprak ini juga bisa dipakai untuk acara-acara lain, misalnya untuk menyambut HUT proklamasi 17 Agustus, orang punya khajat atau nazar, dalam rangkaian slametan. Kesenian ini berpusat di Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Tradisi penyajian kesenian Emprak, merupakan hasil kreativitas budaya masyarakat, karena masyarakat membutuhkan suatu media untuk menuangkan perasaan yang diwujudkan dalam bentuk penyajian kesenian Emprak. Tradisi tersebut, sampai sekarang masih dilaksanakan dalam bentuk yang sederhana, hal ini tidak lepas dari kondisi sosial budaya masyarakat yang dipengaruhi oleh pola pikirnya, kepercayaan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat tersebut. Tradisi penyajian kesenian Emprak yang masih ada ini memiliki nilai ritual, terbukti dengan adanya sesaji dan gending - gending yang dikeramatkan, juga adanya unsur-unsur nilai simbolis yang bermanfaat baik bagi masyarakat pendukungnya. Pada hakikatnya, tradisi penyajian kesenian Emprak di Kabupaten Rembang ini, merupakan tradisi masa lampau, yang sampai sekarang masih dilestarikan. Hal ini terbukti dengan adanya perhatian dari Pemerintah yang turun tangan dalam kelangsungan hidup tradisi penyajian kesenian Emprak tersebut, maksudnya ialah segala biaya yang berkaitan dengan kepentingan penyajian kesenian Emprak, ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang. Bentuk fisik instrumen kesenian Emprak yang sederhana dan hanya terdiri dari empat instrumen yaitu : kendang, terbang, keprak dan kepyak, namun hal ini tidak mengurangi semangat bagi masyarakat pendukungnya untuk menjalankan tradisi tersebut. Hal inilah yang menarik untuk diungkapkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Emprak, Kabupaten Rembang, musim panen, slametan, kesenian tradisional
Subjects: Etnomusikologi
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi
Depositing User: Ida ID Sriwahjudewi
Date Deposited: 18 Dec 2015 05:45
Last Modified: 18 Dec 2015 05:45
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1044

Actions (login required)

View Item View Item