Pakeliran Wayang Kulit Purwa Lakon Salya Begal Di Pondok Seni Dan Budaya Boediardjo Borobudur

Junaidi, 13160/IV-4/0987/99 (2003) Pakeliran Wayang Kulit Purwa Lakon Salya Begal Di Pondok Seni Dan Budaya Boediardjo Borobudur. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
bab 1 19 PAKELIRAN WAYANG KULIT PURWA ( KT003459 l 028.2016 ).pdf

Download (34MB) | Preview
[img] Text
bab 2 19 PAKELIRAN WAYANG KULIT PURWA ( KT003459 l 028.2016 )-2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24MB) | Request a copy
[img] Text
bab 3 19 PAKELIRAN WAYANG KULIT PURWA ( KT003459 l 028.2016 )-3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (32MB) | Request a copy
[img] Text
bab 4 19 PAKELIRAN WAYANG KULIT PURWA ( KT003459 l 028.2016 )-4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (69MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
bab 5 19 PAKELIRAN WAYANG KULIT PURWA ( KT003459 l 028.2016 )-5.pdf

Download (21MB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan rinci mengenai pakeliran wayang kulit purwa lakon Salya Begal di Pondok Seni dan Budaya Boediardjo Borobudur, yang rnenyangkut tentang makna bagi kornunitas Pondok seni dan budaya Boediardjo di Borobudur Kabupaten Magelang. Unguk memberikan eksplanasi terhadap permasalahan yang dibahas, digunakan metode deskriptif analisis serta dengan pendekatan i1rnu- ilmu sosial yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Munculnya pakeliran wayang kulit purwa lakon Salya Begal di Pondok Seni dan Budaya Boediardjo ada hubungannya dengan figur almarhurn Boediardjo, karena pakeliran tersebut disajikan setiap setahun sekali pada bulan Nopember oleh Yayasan Pondok Seni dan Budaya Boediardjo untuk memperingati kelahiran Boediardjo, yang lahir pada tanggal 16 Nopember 1921. Lakon Salya Begal ini muncul pertama kali pada saat upacara peringatan ulang tahun kelahiran Boediardjo yang ke 75 di Jakarta oleh prakarsa pribadi Boediardjo, dengan disertai parneran foto dan peluncuran bukunya berjudul “Siapa Sudi Saya Dongengi” yang berisi tentang riwayat kehidupannya. Pada bagian akhir tulisannya dicantumkan sinopsis Salya Begal sebagai epilog. Selanjutnya sinopsis ini dijadikan pijakan penyajian pakeliran lakon Salya Begal di Pondok Seni dan Budaya Boediardjo. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pakeliran Salya Begal bukan semata-mata sajian seni hiburan, tetapi sajian seni yang mempunyai makna simbolis. Lakon Salya Begal sebagai simbol perasaan orang yang sedang kecewa dan putus asa, sedangkan bagi komunitas Pondok Seni dan Budaya Boediarcljo, lakon Salya Begal sebagai simbol sarana pengungkapan rasa hormat dan kagum terhadap sosok Boediardjo.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: wayang, kulit, purwa, pedalangan, pertunjukan
Subjects: Pedalangan
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Pedalangan
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 11 Oct 2016 04:43
Last Modified: 11 Oct 2016 04:43
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1151

Actions (login required)

View Item View Item