Seni Tari Di Keraton Yogyakarta Pembentukan Dan Perkembangannya Dalam Masa Pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX (1940-1987)

Y. Sumandiyo Hadi, 1672 / IV-2 / 95/86 (1988) Seni Tari Di Keraton Yogyakarta Pembentukan Dan Perkembangannya Dalam Masa Pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX (1940-1987). Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
bab 1 26 SENI TARI DI KERATON YOGYAKARTA ( KT008414 l 003.2016 ).pdf

Download (26MB) | Preview
[img] Text
bab 2 26 SENI TARI DI KERATON YOGYAKARTA ( KT008414 l 003.2016 )-2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24MB) | Request a copy
[img] Text
bab 3 26 SENI TARI DI KERATON YOGYAKARTA ( KT008414 l 003.2016 )-3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (46MB) | Request a copy
[img] Text
bab 4 26 SENI TARI DI KERATON YOGYAKARTA ( KT008414 l 003.2016 )-4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
bab 5 26 SENI TARI DI KERATON YOGYAKARTA ( KT008414 l 003.2016 )-5.pdf

Download (27MB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Sejarah Seni Tari di Keraton Yogyakarta sangat menarik untuk diteliti. Biasanya para peneliti bidang ini lebih suka memilih studi struktural. Namun, penulis lebih mengkhususkan penelitian mengenai pembentukan dan perkembangan seni tari di Keraton Yogyakarta pada masa pemerintahan Sultan hamengkubuwono IX ini, dengan pendekatan multi-dimensional agar tercapai hasil yang lengkap. Sumber yang dipakai terutama berupa sumber manuskrip yang sebagian besar diperoleh diperpustakaan keraton dan perpustakaan Museum Sanabudaya, serta buku-buku lain yang menunjangnya. Dengan pendekatan sejarah akan memberikan sumbangan yang lebih memperhatikan secara eksplisit tentang tari dari segi perubahan atau perkembangannya, terutama kait-mengkaitnya dengan kejadian masa lampau. Konsep-konsep lain yang penulis pergunakan untuk menganalisis studi tari ini yaitu konsep-konsep Sosiologi dan Antropologi. Agar dapat melihat perubahan atau perkembangan itu, kita harus memiliki suatu gambaran tentang sesuatu sebelum perubahan terjadi. Oleh sebab itu perkembangan seni tari sebelum pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX sangat penting dikemukakan. Berdasarkan pengertian itu, suatu keinginan mengkawinkan pendekatan sinkronis dan diakronis akan menyajikan pandangan yang bisa menghasilkan bermacam—macam informasi. Gusti Dorojatun yang naik tahta sebagai Sultan Hamengku Buwono IX (1940 hingga sekarang), telah melaksanakan berbagai perubahan, termasuk pula di dalamnya pembentukan dan perkembangan seni tari. Pembentukan dan perkembangan ini terdiri dari kelembagaan, isi, serta norma-norma seni, yang mempunyai lebih dari satu fungsi dan tujuan. Di satu pihak adalah tujuan tersamar dan terpendam dengan makna ritual yaitu melegitimasikan dan mengkeramatkan raja dan istana dengan, cara tradisi. Di lain pihak dengan tujuan yang jelas dan nyata untuk menyebarluaskan atau mengembangkan seni tari yang cenderung ke arah sekulerisasi. Tesis ini menekankan kehidupan seni tari di Keraton Yogyakarta pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX. Oleh sebab itu Sultan sebagai sumber utamanya selalu disebut-sebut. Ia sekarang sangat terkenal di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Yogyakarta, sebagai pengembang seni pertunjukan. Ia juga pernah memperkenalkan dan mencipta beberapa komposisi tari Klasik dan tari baru antara lain Beksan Golek Menak

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: tari, seni pertunjukan, keratonh, sultan, HB IX, sejarah
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 12 Oct 2016 01:50
Last Modified: 12 Oct 2016 01:50
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1158

Actions (login required)

View Item View Item