Strategi Pemasaran Bentara Budaya Yogyakarta

Dian Ajeng Kirana, 122 0047 423 (2014) Strategi Pemasaran Bentara Budaya Yogyakarta. Masters thesis, Program Pascasarjana.

[img] Text
Cover -Abstrak Ajeng.pdf

Download (267kB)
[img] Text
Bab I Dian Ajeng.pdf

Download (302kB)
[img] Text
Bab II Dian Ajeng.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (417kB)
[img] Text
Bab III Dian Ajeng.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (430kB)
[img] Text
Bab IV Dian Ajeng.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (944kB)
[img] Text
Bab V Dian Ajeng.pdf

Download (184kB)
[img] Text
LAMPIRAN Dian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keberadaan sebuah lembaga seni budaya yang mampu bertahan dan tetap konsisten selama 32 tahun. Bentara Budaya Yogyakarta merupakan suatu lembaga non profit di bawah kepemilikan Kompas Gramedia. Tujuan utama dibentuknya Bentara Budaya Yogyakarta adalah sebagai tempat dan pengelola untuk kegiatan seni budaya yang terpinggirkan, baik itu seni tradisi, modern, ataupun kontemporer. Terdapat 2 pengelompokan jenis acara, berdasarkan keterlibatan Bentara Budaya Yogyakarta. Pertama adalah kegiatan seni budaya yang diselenggarakan oleh pihak pengelola Bentara Budaya Yogyakarta. Kedua adalah kegiatan seni budaya yang terselenggara atas kerjasama pihak pengelola dan pihak kedua (pihak di luar kepengurusan). Bentara Budaya Yogyakarta sangat aktif mengadakan pameran seni rupa, pertunjukkan seni, dan dialog seni. Bentara Budaya Yogyakarta rata-rata mampu menghadirkan 4 hingga 7 acara setiap bulannya. Konsistensi dan keaktifan Bentara Budaya Yogyakarta dalam menghadirkan acara menjadi salah satu bukti bahwa proses pemasaran terjalin dengan baik, antara Bentara Budaya Yogyakarta dengan lingkungannya. Bentara Budaya mampu mengakomodasi kebutuhan pengunjung dengan baik dan pengunjung juga memberikan respon yang positif kepada Bentara Budaya Yogyakarta. Strategi pemasaran Bentara Budaya Yogyarta dikaji lebih dalam melalui konsep empat bauran pemasaran yaitu meliputi produk, tempat, harga, dan promosi. Empat bauran pemasaran ini merupakan suatu kesatuan yang utuh dalam menghadirkan dan empertahankan Bentara Budaya Yogyakarta. Produk yang mempunyai karakteristik khusus membuat Bentara Budaya tampil beda dan unik. Hal ini juga didukung dengan mudahnya sistem kerjasama yang diterapkan para pengurus kepada pihak kedua. Bentara Budaya Yogyakarta sangat terbuka dan fleksibel dalam menghadapi kondisi lingkungannya. Untuk lebih memperkenalkan setiap bentuk kegiatan, maka juga dilakukan berbagai macam bentuk promosi. Lokasi yang strategis juga secara langsung memberikan kontribusi yang baik dalam memperkenalkan keberadaan Bentara Budaya Yogyakarta kepada publik. Kekuatan lain yang mendukung Bentara Budaya hingga dapat tetap eksis adalah terdapat banyaknya dukungan dari berbagai pihak yang sangat loyal, seperti Sindhunata, seniman, pelaku seni, dan komunitas. Jalinan hubungan ini dapat dicapai dan dijaga melalui proses yang panjang, yaitu melalui proses kekuatan hubungan masyarakat yang baik serta budaya organisasi yang dijaga terus menerus hingga saat ini.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Tata kelola seni
Divisions: Pascasarjana > S2 Program Studi Tata kelola seni
Depositing User: Users 22 not found.
Date Deposited: 29 Oct 2014 03:26
Last Modified: 29 Oct 2014 03:26
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/144

Actions (login required)

View Item View Item