Estetika Janturan Wayang Kulit Purwa Gaya Yogyakarta

Kasidi Hadiprayitno, NIP. (2012) Estetika Janturan Wayang Kulit Purwa Gaya Yogyakarta. BP ISI Yogyakarta, Yogyakarta. ISBN 978-979-8242-46-5

[img] Text
oke JANTURAN-TERBITAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
up oke JANTURAN-TERBITAN.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.acid

Abstract

Setelah diuraikan beberapa hal yang terkait dengan nilai estetis jejeran kapisan dalam wacana janturan di atas, maka kini dapat disampaikan rangkuman sebagai kesimpulanya, seperti di bawah ini. Pertama, nilai filosofis dalam jejeran kapisan yang dituangkan dalam bentuk janturan ternyata memiliki makna yang sangat dalam berkaitan dengan kosmologi terjadinya manusia di dunia. Hal itu ditandai dengan keberadaan tokoh wayang, gending wayang, bahkan lakon wayang. Kandungan filosofi budaya Jawa khususnya budaya wayang secara holistik dapat ditemukan di dalam bantuk janturan. Kedua, bahwa wacana janturan dari segi kebahasaan dan kesastraan dapat dipandang sebagai bentuk karya sastra pinathok yang dipanggungkan atau dipentaskan dan dapat digolongkan ke dalam ragam sastra wayang. Ketiga, secara struktural janturan jejeran kapisan memperlihatkan jalinan yang utuh dan padu, keutuhan dan kepaduan itu disebabkan oleh masing-masing unsur struktur yang terkait satu sama lain secara baik, misalnya dengan kehadiran dan dukungan unsur penyangga pementasan, seperti iringan gending, tembang, dan sebagainya. Terdapat varian janturan yang menarik untuk diteliti dan dipahami agar dapat diketahui secara luas bagi mereka yang ingin menekuni bidang seni pedalangan. Keempat, janturan secara struktural tidak dapat dipisahkan dengan Gending Karawitan sebagai iringannya yang terdiri atas empat bagian utama yaitu Merong, Gong Nem, Gong Lima, dan Gong Jangga, adapun janturan dari segi isinya adalah terdiri atas wadana, kewibawaan negeri ideal, karakter tokoh wayang, dan persiapan penghadapan raja. Lima, dari segi makna dapat diketahui bahwa unsur-unsur tekstual janturan sebenarnya mengacu pada kehidupan keseharian, walaupun hal itu tidak segera dapat ditangkap oleh penontonnya. Cermin kehidupan itu dituangkan melalui perumpamaan, reduplikasi nilai, kiasan, intonasi dan diksi.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Estetika, Wayang kulit purwa, gaya ypgyakarta
Subjects: Karya Dosen
Pedalangan
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Pedalangan
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 26 May 2017 07:26
Last Modified: 26 May 2017 07:26
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1683

Actions (login required)

View Item View Item