Pemanfaatan Tradisi Lisan Bagi Pertunjukan Teater Kontemporer

Yudiaryani, - Pemanfaatan Tradisi Lisan Bagi Pertunjukan Teater Kontemporer. Documentation. ISI Yogyakarta, Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Pemanfaatan Tradisi Lisan dalam Teater Modern.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Di dalam penulisan naskah drama dan pertunjukan teater modern, tradisi lisan memberi kontribusi pada kreativitas seniman. Kisah Mahabharata menjadi ide penulisan naskah drama dan pertunjukan teater, di antaranya Karno Tanding, yang merupakan kerja kolaborasi antara seniman Indonesia dan Jepang di tahun 1998. Peter Brook memproduksi Mahabharata di tahun 1985 menampilkan kembali kodifikasi dramatik tradisi lisan dengan tampilan yang modern. Kemudian Ku Na’uka Theater Company dari Jepang mengusung cerita-cerita dalam Mahabarata melalui kisah Prabu Nala dan Damayanti yang ditampilkan di Yogyakarta tahun 2005. Pertunjukan teater I La Galigo berdasarkan cerita lisan tentang La Galigo dari budaya Bugis Kuno, dipentaskan di beberapa negara tahun 2003. Di mancanegara, cerita lisan memegang peranan penting pula bagi terciptanya sebuah naskah drama dan pertunjukan teater modern, seperti kisah raja Oidipus. Di Negara Yunani, kisah Oidipus merupakan cerita lisan yang disebarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa diketahui siapa pengarangnya. Sophocles kemudian mengangkatnya menjadi drama trilogi, yaitu Oidipus Rex, Oidipus at Colunus, dan Antigone. Versi Sophocles tersebut kemudian dibaca kembali oleh seniman masa kini dalam pesan-pesan kontekstual yang berbeda. Rendra mementaskan Oidipus Sang Raja di tahun 1960-an dan diulang kembali dengan tampilan berbeda di tahun 1970-an. Tahun 2007, cerita Oidipus kembali dipentaskan oleh seniman Indonesia dan Austria dengan judl Oidipus Tyrannos. Demikian juga naskah Phedra yang merupakan cerita lisan dari Yunani klasik dibaca kembali oleh Jean Racine seniman Perancis di abad ke-17. Kemudian cerita lisan ini dimaknai kembali oleh Sarah Kane penulis naskah Inggris abad ke-20 menjadi naskah Phedra’s Love. Tentu saja dengan konteks cerita berbeda.

Item Type: Monograph (Documentation)
Uncontrolled Keywords: Pertunjukan Teater Kontemporer, Tradisi Lisan
Subjects: Teater > Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 08 Jun 2017 01:53
Last Modified: 08 Jun 2017 01:53
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1810

Actions (login required)

View Item View Item