Pemeranan Tokoh Lelaki Tua Dalam Naskah Kursi-Kursi Karya Eugènè Ionèsco Terjemahan Yudiaryani

Hendri Pramono, 0710500014 (2014) Pemeranan Tokoh Lelaki Tua Dalam Naskah Kursi-Kursi Karya Eugènè Ionèsco Terjemahan Yudiaryani. Skripsi thesis, Teater ISI Yogyakarta.

[img] Text
BAB I Hendri.pdf

Download (607kB)
[img] Text
BAB II Hendri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (339kB)
[img] Text
BAB III Hendri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV Hendri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V Hendri.pdf

Download (284kB)
[img] Text
Lampiran Hendri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Sebagai seorang seniman, kesadaran filosofi menjadi kekuatan untuk mempertajam karyanya. Dalam hal ini, kesadaran filosofi itu menjadi kunci aktor untuk memainkan Kursi-Kursi yang merupakan terjemahaman Yudiaryani dari naskah Les Chaise karya E. Ionesco. Memainkan alienasi adalah tawaran aktor untuk menerobos keterbatasan manusia. Hal itu bagaikan mimpi atau imajinasi seperti halnya tamu-tamu yang datang ke apartemen Lelaki Tua. Akan tetapi menerobos keterbatasan dan melakukan lompatan dari satu sekat ke sekat yang lain dalam diri manusia adalah sebuah wujud kemerdekaan dan bukti bahwa manusia terlahir sebagai makhluk yang bebas. “Usahalah bersatu dalam setiap waktu, dalam keabadian apabila kita bisa menjadi mahluk semesta, seperti kita baca pada iklan: mati pada saat yang sama.” Itulah dialog aktor di akhir pertunjukan. Keinginan yang sangatlah absurd bagi manusia yaitu mencapai keabadian akan dirinya. Usaha untuk menerobos keterbatasan, takdir dan juga menciptakan sejarah baru adalah realitas yang dilakukan oleh kaum eksistensialis. Bahwa bagi mereka jiwa dan raga manusia adalah milik manusia. Bagi mereka Tuhan tidak mempunyai sangkut paut pada hal yang ingin mereka lakukan atau yang terjadi dalam kehidupannya. Dalam proses ini, aktor mengambil nilai dari harapan dan semangat untuk hidup. Aktor menyadari bahwa keterbatasan itu ada tetapi hal itu tidak menghalangi dalam proses kreatif. Proses kreatif seorang seniman tidak berhenti pada sebuah karya akan tetapi merupakan bagian dari laku kehidupan. Apa yang ada dalam tugas akhir ini, bukanlah hal yang istimewa dan harus diagungkan. Sebab memang inilah jalan laku dari seorang aktor, memainkan kehidupan di atas panggung untuk mengoreksi dan menerjemahkan kebenaran dari kehidupan di dunia yang nyata

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Teater > Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: IH Nurcahyadi Nurcahyadi
Date Deposited: 03 Nov 2014 04:54
Last Modified: 03 Nov 2014 04:54
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/193

Actions (login required)

View Item View Item