FISIKA BUNYI GAMELAN: Laras, Tuning, dan Spektrum

Hanggar Budi Prasetya, Penulis (2012) FISIKA BUNYI GAMELAN: Laras, Tuning, dan Spektrum. BP ISI Yogyakarta, Yogyakarta. ISBN 978-979-8242-38-0

[img]
Preview
Text
Fisika Bunyi Gamelan-upload.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Konsep físika bunyi dapat digunakan untuk menjelaskan konsep pentingdalam karawitan, misalnya konsep mlèsèt dan nggandhul. Pada patet nêmdan manyura, sèlèh kenong nada 2 (ro) di-plèsèt-kan ke nada 6 (nêm) sebagaikêmpyung-nya. Pada patet sanga, sèlèh nada 1 (ji) di-plèsèt-kan ke nada 5(ma) karena kêmpyung-nya. Kêmpyung dipilih sebagai nada plèsètan karenabunyi kêmpyung adalah nada yang indah. Dilihat dari konsep Fisika Bunyi,kenong nada 6 (nêm) memiliki frekuensi sekitar 450 Hz dan sekitar 640Hz yang tidak lain adalah frekuensi nada 6 (nêm) dan nada 2 (ro), sehinggaketika instrumen lain berbunyi nada 2 (ro) tidak terasa janggal. Demikianjuga kenong nada 5 (ma) memiliki frekuensi sekitar 410 Hz dan 530 Hz,yang tidak lain adalah frekuensi nada 5 (ma) dan 1 (ji) sehingga apabilainstrumen lain berbunyi nada 1(ji), bunyi kenong nada 5 (ma) tidak anehkarena pada kenong nada 5 (ma) ada potensi bunyi nada 1 (ji) di dalamnya.Mirip dengan instrumen kenong, instrumen kempul memiliki duaatau lebih frekuensi, yaitu frekuensi fundamental dan gêmbyang di atasnya.Sebagai contoh, kempul nada 6 (nêm) mempunyai frekuensi 115 Hz, 180Hz, 215 Hz, dan 230 Hz. Frekuensi–frekuensi ini menghasilkan interferensibunyi dengan nada apapun secara harmonis.Penelitian ini mampu mengungkap misteri bunyi yang dimiliki gongageng. Baung atau pelayangan yang dihasilkan oleh gong ditimbulkan olehperbedaan frekuensi yang dihasilkan oleh bagian muka gong, yaitu pencudan rai dengan bagian sisi samping gong. Bagian muka gong menghasilkanbunyi dengan frekuensi fundamental, sedangkan bagian sisi menghasilkanbunyi dengan frekuensi overtone yang mendekati gembyang-nya. Adanyaperbedaan frekuensi ini menghasilkan peristiwa pelayangan atau baung.Penelitian ini juga menunjukkan betapa hebatnya seorang pande dan pelarasgamelan sehingga mereka bisa menghasilkan dua bunyi dari satu instrumen.Mungkin hanya gonglah alat musik di dunia ini yang memiliki keanehanseperti ini.Penelitian karawitan dari aspek fi sika bunyi dapat dikembangkanpada penelitian mengenai sejarah rasa, misalnya dengan cara menganalisisperubahan-perubahan rasa karawitan dari masa ke masa. Penelitiandilakukan dengan cara menganalisis potongan-potongan gending hasilrekaman pada masa-masa silam.Ketersediaan program komputer dapat dimanfaatkan oleh penelitiseni pertunjukan untuk meneliti keindahan bunyi. Sofware yang tersediasekarang dapat digunakan untuk membantu melakukan analisis. Salahsatunya program WAVELAB yang digunakan oleh penulis dalam penelitianini. Topik lain yang dapat dikembangkan dari penelitian misalnya melakukananalisis êmbat gamelan.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: fisika bunyi, gamelan, laras, tuning
Subjects: Karawitan
Pedalangan
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Pedalangan
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 23 Aug 2017 07:36
Last Modified: 23 Aug 2017 07:36
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2133

Actions (login required)

View Item View Item