Popularitas Paguyuban Jaranan Sido Rukun Dalam Masyarakat Teluk Bayur Berau Kalimantan Timur

Thaura Irfan Lubis, Athaya (0017) Popularitas Paguyuban Jaranan Sido Rukun Dalam Masyarakat Teluk Bayur Berau Kalimantan Timur. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
ATHAYA THAURA IRFAN LUBIS_2025_FUL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
ATHAYA THAURA IRFAN LUBIS_2026_BAB 1.pdf

Download (637kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ATHAYA THAURA IRFAN LUBIS_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (293kB) | Preview
[img] Text
ATHAYA THAURA IRFAN LUBIS_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (140kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Pertunjukan Jaranan Sido Rukun di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, merupakan bentuk kesenian Jawa yang berkembang melalui proses transmigrasi dan berhasil diterima sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat. Popularitasnya tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang intraksi budaya antara masyarakat pendatang Jawa dan masyarakat lokal Berau. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, analisis data, reduksi data, dan penyajian data. Sesuai teori budaya populer Jhon Fiske, keberhasilan Jaranan Sido Rukun menjadi budaya populer bukan ditentukan oleh penciptanya, melainkan oleh bagaimana masyarakat memilih, menggunakan, dan memaknainya. Masyarakat Teluk Bayur secara aktif tidak hanya menonton, tetapi juga mendukung, berpartisipasi, serta memfungsikan jaranan dalam berbagai kegiatan sosial, sehingga menciptakan makna baru yang menjadikan jaranan sebagai hiburan khas, ruang pertemuan warga, peluang ekonomi, dan media ekspresi generasi muda. Pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh persepsi penonton sebagaimana dijelaskan dalam teori persepsi Bimo Walgito, bahwa penafsiran stimulus bergantung pada pengalaman dan latar belakang budaya. Dalam pertunjukan Jaranan Sido Rukun, stimulus auditif berupa irama gamelan dan stimulus visual berupa fenomena kerasukan menjadi daya tarik utama yang memunculkan rasa penasaran, kekaguman, dan pengalaman emosional positif bagi penonton. Stimulus tersebut membentuk persepsi masyarakat bahwa jaranan memiliki nilai hiburan, keunikan, serta unsur misteri yang memperkuat minat untuk menyaksikannya. Kata Kunci: Popularitas Jaranan Sido Rukun, Transmigrasi Budaya, Persepsi Masyarakat, Irama Gamelan, Kerasukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Thaura Irfan Lubis, Athayanim2110841015
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorRazak, Amirnidn0011117103
ContributorIrawati, Elinidn0006118004
Department: KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Popularitas Jaranan Sido Rukun, Transmigrasi Budaya, Persepsi Masyarakat, Irama Gamelan, Kerasukan.
Subjects: Etnomusikologi
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi
Depositing User: Athaya Thaura Irfan Lubis
Date Deposited: 08 Jan 2026 00:56
Last Modified: 12 Jan 2026 03:09
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22195

Actions (login required)

View Item View Item