Gamelan Ajeng Sanggar Gong Si Bolong: Hibriditas Musikal dan Transformasi Identitas Budaya di Kota Depok Jawa Barat

Masyani El Hamid, Muwaffiqul (2026) Gamelan Ajeng Sanggar Gong Si Bolong: Hibriditas Musikal dan Transformasi Identitas Budaya di Kota Depok Jawa Barat. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
MUWAFFIQUL MASYANI EL HAMID_2025_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
MUWAFFIQUL MASYANI EL HAMID_2025_BAB 1.pdf

Download (925kB) | Preview
[img]
Preview
Text
MUWAFFIQUL MASYANI EL HAMID_2025_BAB PENUTUP.pdf

Download (414kB) | Preview
[img] Text
MUWAFFIQUL MASYANI EL HAMID_2025_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (148kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.isi.ac.id

Abstract

Gamelan Ajeng merupakan gamelan yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat, di antaranya Banten, Karawang, Priangan Timur, dan di wilayah Jawa Barat yang berdekatan dengan Jakarta yakni Kota Depok. Gong Si Bolong merupakan komunitas kesenian tradisional di Kota Depok yang hingga kini masih melestarikan Gamelan Ajeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenian Gamelan Ajeng Gong Si Bolong yang merupakan identitas hibrida hasil dari transformasi identitas budaya di Kota Depok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi, dengan mendeskripsikan bagaimana identitas hibrida dihasilkan dari ruang ketiga. Studi ini mengungkapkan bagaimana faktor kolonialisasi, perubahan era pasca kolonialisasi, serta transformasi masyarakat dari agraris menjadi urban mempengaruhi praktek kesenian Gamelan Ajeng Gong Si Bolong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan masif era pasca kolonialisasi menyebabkan laju urbanisasi di kawasan metropolitan sehingga menyebabkan etnis Betawi tergeser ke daerah-daerah penyangga Jakarta, salah satunya Kota Depok. Pergeseran ini menyebabkan kontak budaya yang intens antara etnis Betawi dan Sunda, sehingga terjadi pembauran yang menghasilkan ruang ketiga. Dalam ruang ketiga ini ambivalen dan selalu dinegosiasikan, yang pada akhirnya memunculkan bentuk kesenian hibrida yaitu Gamelan Ajeng Gong Si Bolong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Masyani El Hamid, Muwaffiqulnim2010760015
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorSukotjo, Sukotjonidn196803081993031001
ContributorAryandari, Citranidn197907252006042003
Department: KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI
Uncontrolled Keywords: Gamelan Ajeng, Gong Si Bolong, Hibriditas, Ruang Ketiga
Subjects: Etnomusikologi
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi
Depositing User: Muwaffiqul Masyani El Hamid
Date Deposited: 08 Jan 2026 01:10
Last Modified: 08 Jan 2026 01:10
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22196

Actions (login required)

View Item View Item