“Menyapu Jejak” Komposisi Musik Dengan Pengolahan Leitmotif Berdasarkan Cerita Rakyat Batu Badaong

Noa, Riluke (2026) “Menyapu Jejak” Komposisi Musik Dengan Pengolahan Leitmotif Berdasarkan Cerita Rakyat Batu Badaong. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Riluke Noa_2026_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (41MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Riluke Noa_2026_BAB I.pdf

Download (9MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Riluke Noa_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Audio
Riluke Noa_2026_LAMPIRAN 2.mp3
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy
[img] Video
Riluke Noa_2026_LAMPIRAN 3.mp4
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
Riluke Noa_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
Official URL: https://youtu.be/U8cK6nZsLpU?si=6Mi6tYp6ayZw6tgC

Abstract

Cerita rakyat Batu Badaong dari Maluku memiliki kompleksitas narasi yang melampaui sekadar pesan moral, menyimpan ambiguitas emosional antara ibu dan anak yang menarik untuk diangkat. Kompleksitas tersebut diintegrasikan dengan konsep musik program naratif melalui pengolahan leitmotif dan tekstur polifoni kedalam karya musik "Menyapu Jejak". Leitmotif digunakan menggantikan perannarator verbal untuk membangun identitas tokoh, sedangkan polifoni berfungsi merepresentasikan konflik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan dan merepresentasikan ulang narasi tragis Batu Badaong dari pola tekstual ke dalam struktur komposisi musik. Metode interpretatif dengan pendekatan hermeneutika diterapkan pada penelitian ini untuk menerjemahkan makna teks cerita ke dalam simbol bunyi. Ide garap dan judul karya ditentukan pada tahap awal. Penulis selanjutnya melakukan observasi terhadap struktur naratif dan data karya sejenis. Setelah observasi, eksplorasi idiom bunyi dan instrumen dilakukan untuk menentukan representasi karakter, seperti pemilihan Cello dan Flute. Perancangan konsep karya kemudian disusun menjadi tiga gerakan, mulai dari latar belakang masalah, konflik, hingga klimaks. Penerapan leitmotif divalidasi melalui konsep thematic mutation dan harmonic corruption, di mana tema karakter dikembangkan melalui augmentasi, retrograsi, serta gangguan kromatis pada jalur tonal. Pola pengembangan ini diterapkan dalam karya "Menyapu Jejak" untuk memvisualisasikan disonansihubungan dan perubahan psikologis tokoh seiring berjalannya alur cerita. Sementara itu, penerapan tekstur polifoni membuktikan konsep non-hierarchical amalgamation, menghasilkan jalinan melodi independen yang saling bertabrakan sebagai representasi kegagalan komunikasi dan ego tokoh. Hasil penciptaan ini memberikan tawaran baru dalam pengolahan cerita rakyat menjadi pengalaman estetis musikal melalui integrasi teknik komposisi Barat dan muatan narasi lokal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Noa, Rilukenim21102240133
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorPramuditya, Puputnidn003118907
ContributorOctavia Rosiana Dewi, Marianidn012107702
Department: KODEPRODI91222#PENCIPTAAN MUSIK
Uncontrolled Keywords: cerita rakyat Batu Badaong, hermeneutika, leitmotif, musik program, polifoni
Subjects: Musik > Komposisi Musik
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik
Depositing User: Riluke Noa
Date Deposited: 13 Jan 2026 07:27
Last Modified: 13 Jan 2026 07:27
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22417

Actions (login required)

View Item View Item