Noa, Riluke (2026) “Menyapu Jejak” Komposisi Musik Dengan Pengolahan Leitmotif Berdasarkan Cerita Rakyat Batu Badaong. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Riluke Noa_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (41MB) | Request a copy |
||
|
Text
Riluke Noa_2026_BAB I.pdf Download (9MB) | Preview |
|
|
Text
Riluke Noa_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Audio
Riluke Noa_2026_LAMPIRAN 2.mp3 Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
||
|
Video
Riluke Noa_2026_LAMPIRAN 3.mp4 Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
||
|
Text
Riluke Noa_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Cerita rakyat Batu Badaong dari Maluku memiliki kompleksitas narasi yang melampaui sekadar pesan moral, menyimpan ambiguitas emosional antara ibu dan anak yang menarik untuk diangkat. Kompleksitas tersebut diintegrasikan dengan konsep musik program naratif melalui pengolahan leitmotif dan tekstur polifoni kedalam karya musik "Menyapu Jejak". Leitmotif digunakan menggantikan perannarator verbal untuk membangun identitas tokoh, sedangkan polifoni berfungsi merepresentasikan konflik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan dan merepresentasikan ulang narasi tragis Batu Badaong dari pola tekstual ke dalam struktur komposisi musik. Metode interpretatif dengan pendekatan hermeneutika diterapkan pada penelitian ini untuk menerjemahkan makna teks cerita ke dalam simbol bunyi. Ide garap dan judul karya ditentukan pada tahap awal. Penulis selanjutnya melakukan observasi terhadap struktur naratif dan data karya sejenis. Setelah observasi, eksplorasi idiom bunyi dan instrumen dilakukan untuk menentukan representasi karakter, seperti pemilihan Cello dan Flute. Perancangan konsep karya kemudian disusun menjadi tiga gerakan, mulai dari latar belakang masalah, konflik, hingga klimaks. Penerapan leitmotif divalidasi melalui konsep thematic mutation dan harmonic corruption, di mana tema karakter dikembangkan melalui augmentasi, retrograsi, serta gangguan kromatis pada jalur tonal. Pola pengembangan ini diterapkan dalam karya "Menyapu Jejak" untuk memvisualisasikan disonansihubungan dan perubahan psikologis tokoh seiring berjalannya alur cerita. Sementara itu, penerapan tekstur polifoni membuktikan konsep non-hierarchical amalgamation, menghasilkan jalinan melodi independen yang saling bertabrakan sebagai representasi kegagalan komunikasi dan ego tokoh. Hasil penciptaan ini memberikan tawaran baru dalam pengolahan cerita rakyat menjadi pengalaman estetis musikal melalui integrasi teknik komposisi Barat dan muatan narasi lokal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91222#PENCIPTAAN MUSIK | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | cerita rakyat Batu Badaong, hermeneutika, leitmotif, musik program, polifoni | |||||||||
| Subjects: | Musik > Komposisi Musik | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik | |||||||||
| Depositing User: | Riluke Noa | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 07:27 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 07:27 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22417 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
