Mukti, Silvia (2025) Representasi Identitas Interkultural Dalam Tari Lenggang Nyai. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Silvia Mukti_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
Silvia Mukti_2026_BAB I.pdf Download (966kB) | Preview |
|
|
Text
Silvia Mukti_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (399kB) | Preview |
|
|
Text
Silvia Mukti_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Download (78kB) | Preview |
Abstract
Etnis Betawi yang terbentuk dari proses akulturasi yang panjang menghasilkan identitas Betawi yang bersifat multikultural. Proses tersebut yang kemudian menghasilkan produk budaya yang lahir dalam bentuk seni tari yaitu salah satunya tari Leggang Nyai. Tari Lenggang Nyai diciptakan dari inspirasi kisah Nyai Dasima, tokoh cerita rakyat Betawi yang mengalami kebingungan dalam memilih pasangan hidup, namun berujung mendapat perlakuan yang tidak selayaknya yang kemudian memiliki keberanian dalam merebut kembali hak-haknya sebagai perempuan. Tari Lenggang Nyai diciptakan oleh Wiwiek Widiyastuti pada tahun 1995. Melalui medium gerak, kostum, dan musik yang ada pada Tari Lenggang Nyai, peneliti mencoba mengungkap bagaimana identitas interkultural yang ada di kota Jakarta dapat direpresentasikan melalui sistem tanda yang ada pada Tari Lenggang Nyai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce sebagai teori utama. Teori ini dipilih karena semiotika mempelajari berbagai bentuk tanda dan dapat diaplikasikan pada unsur gerak, kostum, dan musik pada Tari Lenggang Nyai. Dalam teori semiotika Peirce, tanda memiliki hubungan triadik antara objek, ground, dan interpretan, serta dapat diklasifikasikan menjadi ikon, indeks, dan simbol. Melalui konsep teori semiotika oleh Peirce, peneliti membedah bagaimana tanda yang muncul pada gerak, kostum, dan musik pada Tari Lenggang Nyai dapat merepresentasikan identitas interkultur yang ada di Kota Jakarta. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dokumentasi, serta wawancara dengan koreografer Tari Lenggang Nyai. Berdasarkan pembacaan semiotika Charles Sanders Peirce, penelitian ini menunjukan hasil bahwa Tari Lenggang Nyai melalui gerak, kostum, dan musik yang dari masing masing unsur tersebut dapat merepresentasikan identitas interkultural di Kota Jakarta dengan tradisi budaya Jawa, Sunda, Tionghoa. Kemiripan antar elemen-elemen tersebut merupakan hasil dari akulturasi yang ada tanpa menghilangkan pijakan utamanya pada budaya Betawi yang dalam pembentukan budaya Betawi sendiri merupakan proses akulturasi yang telah berlangsung.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#TARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tari Lenggang Nyai, Interkultural, Semiotika. | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | Silvia Mukti | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 04:23 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 04:23 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22461 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
