Sinaga, Join (2026) Martumba Sebagai Media Komunikasi Tradisional Pada Perayaan Hut-80 Ri Di Kecamatan Pahae Julu Tapanuli Utara Sumatera Utara. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
JOIN SINAGA_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (70MB) | Request a copy |
||
|
Text
JOIN SINAGA_2026_BAB I .pdf Download (9MB) | Preview |
|
|
Text
JOIN SINAGA_2026_BAB IV.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
JOIN SINAGA_2026_PENYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (154kB) | Request a copy |
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk membahas tentang deskripsi struktur, bentuk dan proses komunikasi yang digabungkan dalam suatu penyajian yaitu Martumba. Martumba adalah sebuah kesenian tradisional yang lahirnya dari desa Siburian, Pahae Jae, Sarulla, Tapanuli Utara, lahirnya martumba diperkirakan ada sejak tahun 1930an sebelum Indonesia merdeka. Perkembangan martumba dari dulu sampai sekarang sangat mengikuti zaman, baik dari segi tarian, musiknya, dan bahkan penggunaan martumba dalam beberapa pertunjukan tidak hanya lagi dilakukan di acara hiburan saja, namun sudah diikut sertakan sebagai perlombaan. Dengan menentukan tema pembahasan tentang martumba yaitu martumba sebagai media komunikasi tradisional (penyampaian pesan) dari peserta martumba ke penonton merupakan suatu pemahaman yang baru memaknai dari acara martumba. Selama ini pandangan masyarakat tentang pertunjukan martumba dimaknai sebagai media hiburan tradisional turun-temurun dan sebagai pertunjukan yang tujuannya untuk mencari dana, namun pada dasarnya tujuan martumba adalah sebagai alat penyampaian pesan atau alat komunikasi yang begitu menarik dari alat komunikasi lainnya yang cara komunikasinya menggunakan lirik, tarian, dan iringan musik dengan tataan yang menarik dan menghibur para pendengan dan penontonnya. Tiga hal penting yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu deskripsi struktur, bentuk, dan proses komunikasi. Untuk menjelaskan ketiga hal tersebut penulis menggunakan teori komunikasi yaitu teori dari Hymes, 1974 dan Watson, 1924, Metode penelitian yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif etnografi studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara dengan orang yang terlibat dalam martumba, serta dokumentasi audio visual. Dari hasil penelitian ini martumba masih termasuk suatu kesenian yang masih di pertahankan dan di temurunkan ke generasi muda seperti anak-anak sekolah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Martumba Bentuk, Struktur, proses Komunikasi, masyarakat Pahae. | |||||||||
| Subjects: | Etnomusikologi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi | |||||||||
| Depositing User: | Join Sinaga | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 02:55 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 02:55 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22522 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
