Teater Boneka Macaca Maura Sebagai Sarana Edukasi Lingkungan:Kajian Reflektif Pada Konservasi Kera Hitam Ekor Pendek Di Bantimurung Bulusaraung Sulawesi Selatan 2024

Hiskia Puah, Rivaldy (2026) Teater Boneka Macaca Maura Sebagai Sarana Edukasi Lingkungan:Kajian Reflektif Pada Konservasi Kera Hitam Ekor Pendek Di Bantimurung Bulusaraung Sulawesi Selatan 2024. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Rivaldy Hiskia Puah_2026_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Rivaldy Hiskia Puah_2026_BAB I.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Rivaldy Hiskia Puah_2026_BAB IV PENUTUP.pdf

Download (409kB) | Preview
[img] Text
Rivaldy Hiskia Puah_2026_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (390kB) | Request a copy
[img] Text
Rivaldy Hiskia Puah_2026_LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (779kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teater boneka Macaca Maura sebagai sarana edukasi lingkungan dalam kegiatan Conservation and Performing Arts (CPA) 2024 di Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana proses kreatif teater boneka dapat membentuk pengalaman ekologis peserta anak-anak, serta bagaimana pementasan yang dihasilkan merepresentasikan kesadaran terhadap isu konservasi satwa endemik kera hitam berekor pendek (Macaca maura). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap fasilitator dan peserta kegiatan CPA. Landasan teori mencakup teori dramaturgi (Goffman dan Kernodle) untuk memahami struktur dramatik dan relasi performatif, serta teori proses kreatif Graham Wallas untuk membaca tahapan penciptaan karya dari persiapan hingga verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif teater boneka berlangsung dalam empat tahap utama: observasi lingkungan, eksplorasi gerak satwa, konstruksi boneka dari material limbah, dan pementasan di ruang terbuka. Penggunaan limbah kain perca dan plastik sebagai bahan utama boneka tidak hanya mencerminkan kritik ekologis terhadap pencemaran, tetapi juga memperkuat pesan visual tentang keterkaitan manusia dan alam. Melalui interaksi dengan boneka, peserta mengembangkan empati terhadap satwa dan memahami konsep keberlanjutan secara intuitif. Pertunjukan Macaca Maura dalam kegiatan CPA menjadi representasi simbolik hubungan manusia dan alam yang diolah melalui ekspresi anak-anak. Teater boneka berfungsi tidak hanya sebagai medium artistik, tetapi juga sebagai ruang belajar ekologis yang menumbuhkan kesadaran konservasi melalui pengalaman estetis dan reflektif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Hiskia Puah, Rivaldynim2111171014
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorKuardhani, Hirwannidn0015076404
ContributorRahmad Dhani, Kurnianidn0027078810
Department: KODEPRODI91251#TEATER
Uncontrolled Keywords: Teater boneka, Macaca maura, edukasi lingkungan, proses kreatif, konservasi, dramaturgi.
Subjects: Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: Rivaldy Hiskia Puah
Date Deposited: 13 Jan 2026 04:24
Last Modified: 13 Jan 2026 04:24
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22531

Actions (login required)

View Item View Item