Hafidz Muslich, Muhammad (2025) Penerapan Dramatic Lighting Dalam Penciptaan Tata Cahaya Pada Naskah Sari Almon Jeli Terjemahan Teguh Hari Prasetyo. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Muhammad Hafidz Muslich_2026_FULL TEKS.pdf..pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
||
|
Text
Muhammad HAfidz Muslich_2026_BAB I.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Muhammad Hafidz Muslich_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (942kB) | Preview |
|
|
Text
Muhammad HAfidz Muslich_2026_SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (377kB) | Request a copy |
Abstract
Tata cahaya panggung merupakan elemen esensial dalam seni pertunjukan yang tidak hanya berfungsi sebagai penerangan teknis, tetapi juga sebagai alat naratif untuk menyampaikan pesan, emosi, dan suasana cerita kepada penonton. Skripsi ini membahas penciptaan desain tata cahaya untuk naskah drama Sari Almon Jeli (terjemahan dari Heart of Almond Jelly karya Wishing Chong, 2000; diterjemahkan oleh Teguh Hari Prasetyo, 2010), yang bergenre realisme psikologis Jepang. Naskah ini mengisahkan perjalanan emosional pasangan Sayoko dan Tatsuro yang menghadapi trauma keguguran, keretakan hubungan, serta proses rekonsiliasi di tengah persiapan pindah rumah pada malam Natal, dengan latar ruangan rumah tua yang sederhana dan reyot di pinggiran kota Jepang.Penciptaan tata cahaya dalam skripsi ini mengadopsi konsep Dramatic Lighting, yang menekankan kontras intensitas tinggi antara gelap dan terang, perubahan cahaya yang kuat, serta penggunaan cahaya sebagai elemen hidup untuk mempertegas konflik emosional, mengarahkan fokus penonton, dan menggambarkan perjalanan batin karakter. Pendekatan ini didasarkan pada teori Stanley McCandless (1932) yang memandang pencahayaan sebagai sarana untuk menciptakan karakterisasi, suasana hati, dan penekanan naratif. Selain itu, proses penciptaan menggunakan metode Visual Thinking (Bolton, 2011) dengan empat tahapan: Looking, Seeing, Imagining, serta Showing and Telling.Melalui pendekatan ini, tata cahaya tidak lagi sekadar elemen pendukung, melainkan menjadi "pemain" yang berdialog dengan aktor dan naskah, sehingga mampu menerjemahkan kompleksitas emosi, simbolisme, dan tema universal seperti kesedihan, nostalgia, serta rekonsiliasi ke dalam pengalaman visual yang mendalam dan bermakna bagi penonton.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91251#TEATER | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | : tata cahaya panggung, dramatic lighting, Sari Almon Jeli, realisme psikologis, Stanley McCandless, visual thinking, teater realisme Jepang, trauma keguguran, rekonsiliasi, emosi karakter, desain pencahayaan, seni pertunjukan | |||||||||
| Subjects: | Teater > Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater | |||||||||
| Depositing User: | Muhammad Hafidz Muslich | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 06:56 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 06:56 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22619 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
