Ardiningrum, Luthfiyani (2025) Analisis Makna Tanda-tanda Dalam Pertunjukan Tangis Teater Gandrik Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Luthfiyani Ardiningrum_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
||
|
Text
Luthfiyani Ardiningrum_2026_BAB 1.pdf Download (762kB) | Preview |
|
|
Text
Luthfiyani Ardiningrum_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (244kB) | Preview |
|
|
Text
Luthfiyani Ardiningrum_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (723kB) | Request a copy |
Abstract
Pertunjukan Tangis merupakan salah satu pertunjukan Teater Gandrik yang mementasan gabungan dua naskah karya Heru Kesawa Murti yakni naskah berjudul Tangis dan berjudul Juragan Abiyoso. kemudian, ditulis kembali dan digabungkan oleh Agus Noor yang kemudian dipentaskan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tahun 2015. Pertunjukan ini berhasil menarik perhatian dari audience terkait suguhan pertunjukan yang dibumbui dengan suasana humor serta membuka kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan penonton. Selain itu, alur cerita yang membahas isu sosial politik dan disisipi oleh sindiran-sindiran terhadap tokoh pemerintah menjadi daya tarik masyarakat yang tertarik dengan topik seputar politik pemerintahan. Penelitian ini menerapkan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure yang membahas penanda dan petanda. Untuk mencermati penanda dan petanda dalam sebuah pertunjukan, terlebih dahulu dilalukan klasifikasi unsur-unsur dalam pertunjukan yang termasuk dalam tiga belas sistem tanda teater yang merujuk pada teori yang dikemukakan oleh Tandeuzs Kowzan. Dalam setiap sistem tanda yang dihadirkan dalam pertunjukan mengandung makna baik secara denotatif maupun konotatif. Sehingga, untuk mengungkap makna dari tanda-tanda tersebut akan menerapkan teori Roland Bathes yang membahas tentang makna denotatif dan konotatif. Analisis ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan menjabarkan hasil pengamatan semiotika dari pertunjukan Tangis. Dalam analisis makna tanda-tanda pertunjukan Tangis oleh Teater Gandrik memperoleh hasil bahwa tanda-tanda yang paling dominan dihadirkan dalam pertunjukan ini yakni dialog. Banyak istilah-istilah maupun kata-kata yang terdapat pada dialog tokoh bersifat kiasan dan sesuai dengan karakteristik Teater Gandrik yang identik dengan sindiran terhadap rezim pemerintah sehingga banyak menghadirkan tanda-tanda yang bermakna kiasan pada dialog.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91251#SENITEATER | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tangis, Teater Gandrik, Semiotika, Sosial Politik | |||||||||
| Subjects: | Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater | |||||||||
| Depositing User: | Luthfiyani Ardiningrum | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 02:26 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 02:26 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
