Lapiak Saluang Sebagai Musik Hiburan: Studi Transformasi Dan Bentuk Penyajian Di Kota Payakumbuh

Luthfi Fauzi, Muhammad (2025) Lapiak Saluang Sebagai Musik Hiburan: Studi Transformasi Dan Bentuk Penyajian Di Kota Payakumbuh. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Muhammad Luthfi Fauzi_2026_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (44MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Muhammad Luthfi Fauzi_2026_BAB 1.pdf

Download (16MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Muhammad Luthfi Fauzi_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Muhammad Luthfi Fauzi_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf

Download (324kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk penyajian musik lapiak saluang sebagai musik hiburan di Kota Payakumbuh serta mengidentifikasi perubahan musikal dan kontekstual yang terjadi dalam proses transformasi dari saluang klasik. Fokus kajian diarahkan pada praktik pertunjukan grup Kudo Putiah sebagai representasi fenomena lapiak saluang yang berkembang dalam ruang sosial masyarakat urban Minangkabau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif etnomusikologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pertunjukan, wawancara mendalam dengan pelaku seni dan penonton, serta dokumentasi audio-visual. Analisis data dilakukan secara tekstual dan kontekstual untuk memahami relasi antara struktur musikal, interaksi sosial, dan konteks pertunjukan. Landasan teori yang digunakan meliputi teori perubahan musik Four Choices Theory dari Bruno Nettl untuk menjelaskan strategi adaptasi tradisi terhadap modernitas, teori fungsi musik Alan P. Merriam untuk menganalisis pergeseran fungsi sosial musik, serta analisis bentuk musik untuk mengkaji karakteristik musikal lapiak saluang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapiak saluang merupakan bentuk sintesis kreatif antara tradisi dan modernitas yang ditandai oleh penggunaan orgen tunggal, perluasan repertoar lagu tradisional dan populer, serta intensifikasi interaksi melalui praktik pantun jo gurau. Transformasi ini memperlihatkan pergeseran fungsi saluang dari konteks ritual menuju hiburan komersial tanpa menghilangkan identitas budaya Minangkabau, sehingga lapiak saluang berfungsi sebagai strategi keberlanjutan kesenian tradisional dalam dinamika sosial kontemporer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Luthfi Fauzi, Muhammadnim1910708015
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorSupeno, M. Yoganidn0005019104
ContributorNugraha Wijayanto, Arynidn0024028503
Department: KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI
Uncontrolled Keywords: lapiak saluang, transformasi musik, etnomusikologi, bagurau, adaptasi budaya, Payakumbuh.
Subjects: Etnomusikologi
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi
Depositing User: Muhammad Luthfi Fauzi
Date Deposited: 14 Jan 2026 01:09
Last Modified: 14 Jan 2026 01:09
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22726

Actions (login required)

View Item View Item