Skizofrenia Dalam Karya Seni Grafis

Prayitno, NIM 031 1609 021 (2010) Skizofrenia Dalam Karya Seni Grafis. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (11MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Pengalaman merupakan satu bagian dalam kehidupau mauusia yang tak bisa dielakkan. Ia adalah suatu factor penting yang menghimpun berbagai alasan. Dengan cara merasakan pengalaman-pengalaman seseoraug akan lebih bisa memaknai hidupnya atau tahu bagaimana hidup itu mesti diperlakukan sesuai keinginan dan latar sejarah yang meliugkupinya. Bagi penulis pengalaman hidup atau perjalanan hidup punya signifikansi terhadap sesuatu di dalam dirinya dan di luar dirinya. Karena pengalaman terjadi di luar diri maka ia akan sangat mempengaruhi kedirian seseorang. Pengalaman di luar diri seperti masa lalu, peristiwa tertentu dan pengetahuan mempengaruhi kondisi psikologis seseorang baik secara sadar ataupun tidak sadar, sebab bagaimanapun juga hal itu akan diterima begitu saja tanpa pandang bulu dan semua direduksi dalam pikiran seseorang tmtuk memilah apa yang baik dan yang buruk. Cerita-cerita masa lalu dan peristiwa tertentu menjadi sebentuk pengetahuan terhadap pengalaman. Sebuah memory yang bentbah menjadi alur sejarah yang tak bisa dilupakan begitu saja. Pengalaman yang berupa pengetahuan itu berartikulasi berupa gambar, bentuk visual tertentu, gerakan, suara, dan tulisan atau audio visual dan lain sebagaiuya. Seperti suatu keadaan realitas masa lalu yang terbentuk secara sosial dan terkondisikan dan semua bentuk informasi baik berupa tulisan, gambar yang memberikan kita sensasi tentang gambaran pengetahuan. Semua pengalaman itu menjadi bentu kekacauan yang tidak bisa dikontrol, sehingga sering kali penulis tidak tahu mana awal, tengah dan akhirnya. Semuanya dikonsumsi secara sporadis dan acak yang menjadi pengetahuan begitu saja, di mana asal usul semua itu. Pengalaman-pengalaman yang mendadak dan kacau itu memberikan dampak psikologis yang serius bagi penulis hingga semuanya tampak begitu rumit, seolah tak ada cara untuk menyelesaikannya kecuali terlampiaskan kedalam bentuk karya seni rupa. Keadaan psikologis ; stress/depresi dan sulit memilah terhadap suatu kondisi tertentu adalah dampak langsung yang di alami penulis, kekacauan penga laman semacam itu yang mengakibatkan "keterpecahan" dalam kehidupan penulis. Potongan-potongan pengalaman yang tidak saling terkait dan di dalamnya membentuk satu kepribadian yang tak utul1 namun jadi satu karakter pada diri penulis. Dalam kondisi demikian pengaruh psikis telah memberi dampak pada proses berkarya penulis, tentu saja pembahan emosi dalam situasi tertentu memberi banyak aspek dalam mendorong proses berkarya. Selama beberapa bulan dalam melakukan proses kreatif tugas akhir ini tentu terjadi perubahan-perubahan mood yang memungkinkan penulis menemukan bentuk­ bentuk yang atraktif dalam penggarapan persoalannya perihal skizofrenia (keterpecahan), tubuh-tubuh diolah sedemikian rupa yang menghasilkan berbagai bentuk penumpukan dan integrasi antar tubuh. Penggarapan bentuk tubuh kemudian menghadirkan berbagai penyusupan dan persinggungan atas simbol dan metafor skizofrenia itu sendiri, komposisinya muncul secara serampangan dan warna adalah sebagai representasi emosi yang terpecah, artinya setiap wama muncul untuk setiap bentuk sebagai perwujudan emosi yang terpecah/terpisah sebab ia hadir sebagai sarana penghubung atau kesatuan dan keterputusan dalam hal ini untuk menggambarkan skizofrenia. Secara teknis pengalaman penulis dalam menghadirkan bentuk tubuh diartikulasikan kemudian dalam teknik cetak tinggilhardboard cut yaitu teknik seni grafis yang di kawinkan dengan teknik hand colouring/ penguasan langsung pada kanvas. Alasannya adalah bahwa dua teknik ini merupakan kecenderungan penulis dalam berkarya seni sehingga yang tampak dalam seluruh karya adalah teknik kuasanb hand colouring dan cetak tinggi. Hal ini kemudian menjadi karakter khusus dalam memvisualisasikan gagasan tentang skizofrenia dengan tubuh sebagai simbol dan metafomya yang persoalannya menjalar keberbagai hal antara tubuh subyek/diri dan fenomena realitas secara psikologis dengan konflik-konflik yang menyertainya. Yang muncul dalam bentuk penyajiannya kemudian adalah karya seni grafis dua dimensi dengan teknik woodcut/hardboard cut (cetak tinggi) dan hand colouring (pewarnaan langsung) pada kanvas yang secara keseluruhan berjumlah dua puluh karya dengan berbagai komposisi dan warna.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Dosen Pembimbing: AG. Hartono, Andang Suprihadi
Uncontrolled Keywords: seni grafis, Skizofrenia
Subjects: Seni Murni > Seni Grafis
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Seni Murni > Seni Grafis
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 26 Sep 2017 05:08
Last Modified: 26 Sep 2017 05:08
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2301

Actions (login required)

View Item View Item