Rekomendasi Penyesuaian Kurikulum dan Fasilitas Kampus Inklusif di ISI Yogyakarta

Davit Palma Putra, Yusup and Setyono Adi Nugroho, Titis and Awidiya Wiguna, I Putu Rekomendasi Penyesuaian Kurikulum dan Fasilitas Kampus Inklusif di ISI Yogyakarta. Project Report. ISI Yogyakarta. (Unpublished)

[img] Text
Laporan Akhir peneltiian ULD ISI Yk 2025_Rekomendasi Kurikulum_Revisi Terbaru.pdf

Download (19MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat akomodasi kurikulum KKNI-OBE terhadap kebutuhan belajar mahasiswa difabel di ISI Yogyakarta dan merumuskan penyesuaian berbasis Universal Design for Learning (UDL) agar mata kuliah praktik seni dapat diakses secara setara oleh penyandang disabilitas beragam, serta menganalisis kekurangan fasilitas pembelajaran (teknologi bantu dan dukungan SDM) untuk menyusun rekomendasi yang sejalan dengan regulasi nasional dan standar internasional. Kerangka teoretis didasarkan pada Universal Design for Learning (UDL) sebagai kerangka desain instruksional inklusif, serta rujukan regulasi nasional (UU Penyandang Disabilitas, Permenristekdikti, PP terkait akomodasi) dan pedoman internasional (CRPD, WCAG) untuk memastikan kepatuhan dan praktik terbaik di tingkat kampus seni. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan desain studi kasus di ISI Yogyakarta, menggabungkan analisis dokumen kurikulum, observasi fasilitas studio, wawancara mendalam dengan mahasiswa difabel, dosen, dan koordinator kurikulum, serta Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian triangulasi data. Analisis data dilakukan secara tematik mengikuti langkah Braun & Clarke (2006) dengan penekanan pada bagaimana prinsip UDL (Multiple Means of Engagement, Representation, dan Action & Expression) diintegrasikan dalam perancangan mata kuliah praktik seni, rubrik penilaian inklusif, serta desain fasilitas studio yang ramah akses. Hasil temuan menunjukkan adanya gap antara landasan KKNI-OBE dan implementasi akomodasi untuk berbagai disabilitas serta pentingnya desain instruksional berbasis UDL, penyusunan materi multimodal, dan evaluasi yang adil untuk mencapai CPL/CPMK yang setara. Analisis kekurangan fasilitas pembelajaran menyoroti kebutuhan peningkatan teknologi bantu (pembaca layar, Braille, perangkat audio), peningkatan infrastruktur studio, serta penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan dan pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai otoritas terkoordinasi. Berdasarkan temuan, rekomendasi utama mencakup penerapan UDL secara terintegrasi pada kurikulum tiga fakultas ISI Yogyakarta (Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Desain, serta Media Rekam), pengadaan fasilitas dan teknologi pendukung yang sesuai dengan standar nasional dan WCAG, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan melalui bimtek inklusivitas, serta pembentukan Kemitraan dengan organisasi penyandang disabilitas untuk umpan balik berkelanjutan. Secara umum, penelitian menyimpulkan bahwa transformasi menjadi kampus inklusif yang sesungguhnya membutuhkan sinergi antara desain kurikulum berbasis UDL, peningkatan fasilitas pembelajaran non-fisik dan teknologi, serta kerangka kebijakan institusional yang kuat untuk mendukung aksesibilitas penuh bagi semua mahasiswa difabel, termasuk netra, tuli, daksa, autis, dan lain-lain.

Item Type: Monograph (Project Report)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Davit Palma Putra, Yusupnip198903192024061002
Setyono Adi Nugroho, Titisnip198806172019031011
Awidiya Wiguna, I Putunim2311383032
Department: Film dan Televisi
Additional Information : kampus inklusif
Uncontrolled Keywords: kurikulum, inklusif, isi yogyakarta
Subjects: Audio Visual
Musik > Pengkajian seni musik (musikologi dan pendidikan musik)
Televisi > Televisi
Divisions: Fakultas Seni Media Rekam > Jurusan Televisi > Program Studi S1 Televisi
Depositing User: Titis Sety Adi Nugroho
Date Deposited: 11 Feb 2026 01:40
Last Modified: 11 Feb 2026 01:40
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23125

Actions (login required)

View Item View Item