Salik Rahmana, Atta (2026) Two Frequencies Kontestasi Sonic di Ruang Sakral pada Tradisi Nyadran Balongdowo. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Atta Salik Rahmana_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text
Atta Salik Rahmana_2026_ BAB I.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Atta Salik Rahmana_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (782kB) |
|
|
Image
Atta Salik Rahmana_2026_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (941kB) | Request a copy |
|
|
Text
Atta Salik Rahmana_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (96kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian penciptaan ini mendokumentasikan kontestasi sonic antara Terbang Jidor dan Sound Horeg dalam prosesi Nyadran Desa Balongdowo, Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai sebuah karya film dokumenter berdurasi 22 menit 50 detik berjudul Two Frequencies. Nyadran merupakan ritual tahunan masyarakat nelayan Balongdowo yang telah berlangsung sejak abad ke-14, meliputi arak-arakan tumpeng, susur sungai, ziarah ke Makam Dewi Sekardadu, hingga larung sesaji di muara. Sejak sekitar tahun 2013, Sound Horeg sistem audio berdaya watt ekstrem dengan dentuman bass berfrekuensi rendah mulai hadir dalam prosesi tersebut, mempertemukan dua sistem musikal yang secara fundamental berbeda dalam satu ruang ritual yang sama. Landasan konseptual penelitian ini bertumpu pada teori sakral dan profan Mircea Eliade (1959). Eliade menegaskan bahwa ruang sakral adalah ruang yang telah dikonsekrasikan oleh hierophany manifestasi keilahian yang memisahkannya secara kualitatif dari dunia profan. Kerangka ini, pertemuan Terbang Jidor dan Sound Horeg dipahami sebagai benturan dua modalitas eksistensi, modalitas sakral yang direpresentasikan oleh sholawatan Terbang Jidor, dan modalitas profan yang dibawa oleh hiburan Sound Horeg. Pendekatan penciptaan menggunakan etnografi visual Sarah Pink (2013) tanpa voice-over, sehingga penonton dapat merasakan langsung tegangan sensorik antara kekhidmatan ritual dan dentuman hiburan. Melalui perspektif applied ethnomusicology dari buku Jeff Todd Titon, penelitian ini menempatkan film sebagai instrumen advokasi budaya, pelestarian, dan resolusi konflik. Film ini dirancang untuk dikembalikan kepada masyarakat Balongdowo sebagai ruang mediasi antar generasi, mendokumentasikan Terbang Jidor sebagai warisan musikal yang terancam terpinggirkan, sekaligus menjadi arsip audio-visual komprehensif pertama prosesi Nyadran Balongdowo. Analisis musikologis komparatif mengungkap perbedaan struktural kedua sistem bunyi, Terbang Jidor beroperasi dalam logika organik-komunal-sakral, sementara Sound Horeg beroperasi dalam logika saturasi fisik dan hiburan horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang terjadi di Balongdowo bukan penghancuran tradisi, melainkan negosiasi budaya aktif antara dua generasi yang merawat Nyadran dengan cara yang berbeda.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Nyadran; Sound Horeg; Sakral dan Profan; Applied Ethnomusicology; Two Frequencies. | |||||||||
| Subjects: | Etnomusikologi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi | |||||||||
| Depositing User: | Atta Salik Rahmana | |||||||||
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 08:07 | |||||||||
| Last Modified: | 17 Jun 2026 08:07 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23301 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
