Gumregah Ing Suro

Elfareta, Putri (2026) Gumregah Ing Suro. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Putri Elfareta_2026_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img] Text
Putri Elfareta_2026_BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Putri Elfareta_2026_BAB IV.pdf

Download (241kB)
[img] Text
Putri Elfareta_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (114kB) | Request a copy
Official URL: https://drive.google.com/drive/folders/1dV-czPpVAj...

Abstract

Karya tari Gumregah Ing Suro ini merupakan karya yang memiliki gagasan dasar tentang Ritual Jamasan Pusaka yang dilaksanakan pada malam Suro yang ada di Kabupaten Ponorogo. Runtutan acara dari Ritual Bedhol Pusaka yang merupakan awal mula dibawanya pusaka ke arah makam Bathara Katong, dimana makam tersebut adalah pusat kota lama Pornorogo. Bedhol Pusaka sendiri dilakukan untuk napak tilas atau mengenang kembali perjalanan Ponorogo sebelum menjadi jaya seperti saat ini. Ritual setelah Bedhol Pusaka adalah Ritual Jamasan Pusaka, yang mana Jamasan Pusaka ini adalah membersihkan pusaka yang dimiliki Ponorogo dengan gambaran pembersihan lahir batin dan perjalanan Ponorogo yang lebih baik dan dijauhkan dari semua bala musibah di tahun yang akan datang. Setelah pusaka-pusaka dijamasi dan tidak lupa didoakan, pusaka-pusaka tersebut dibawa kembali ke pusat kota Ponorogo dengan ritual Kirab Pusaka dengan lebih meriah dan dihadiri oleh banyak repertoar. Dalam karya tari Gumregah Ing Suro, digunakan metode milik Alma Hawkins, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan komposisi yang menjadi panutan penata dalam menyusun karya. Karya Gumregah Ing Suro memiliki tipe tari dramatik yang dibagi menjadi 3 adegan lengkap dengan introduksi dan penutup. Tema yang diambil dalam karya ini yaitu pewarisan tradisi ritual yang mengangkat prosesi Jamasan Pusaka. Disajikan dalam bentuk koreografi kelompok dengan sepuluh penari, tujuh penari perempuan dan tiga penari laki-laki. Penari laki-laki hanya berjumlah tiga karena mereka digambarkan sebagai pembawa ketiga pusaka yang dimiliki Ponorogo. Landasan gerak yang digunakan dalam karya ini berasal dari gerak Jawa Timuran dan representasi gerak yang ada saat ritual berlangsung yang dikembangkan dan diolah sedemikian rupa untuk kebutuhan penciptaan karya tari Gumregah ing Suro. Musik yang digunakan dalam penciptaan karya ini menggunakan musik live yang dikombinasikan dengan musik MIDI (Musical Instrument Digital Interface). Adapun properti dalam karya ini menggunakan kolor berbahan tali tambang erwarna putih dan juga perwujudan ketiga pusaka berupa tombak, payung dan sabuk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Elfareta, Putrinim2212038011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorAdityanto Aji, Y.nidn0003058207
ContributorSuci Manganti, Galihnidn0011078608
Department: KODEPRODI91231#TARI
Uncontrolled Keywords: Jamasan Pusaka, Kirab Pusaka, Malam Suro, Gumregah Ing Suro
Subjects: Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan)
Depositing User: Putri Elfareta
Date Deposited: 19 Jun 2026 00:41
Last Modified: 22 Jun 2026 02:59
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23304

Actions (login required)

View Item View Item