Qaulan Sadida, Sofistiyan (2026) Transformasi Musikal Tradisi Tutur Incang-incang Menjadi Seni Pertunjukan di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Other thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Sofistiyan Qaulan Sadida_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Sofistiyan Qaulan Sadida_2026_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Sofistiyan Qaulan Sadida_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (524kB) |
|
|
Image
Sofistiyan Qaulan Sadida_2026_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (902kB) | Request a copy |
|
|
Text
Sofistiyan Qaulan Sadida_2026_PERNYATAAN-PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (104kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi tradisi lisan Incang-incang yang telah berkembang menjadi seni pertunjukan di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Incang-incang adalah tradisi komunikasi lisan dalam bentuk pantun yang dibawakan melalui pola ritmis tertentu, baik secara individual maupun kelompok melalui metode saling berbalas. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dalam komunitas, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi budaya yang berlanjut dalam beragam aktivitas sosial masyarakat Pedamaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi cara penyajian musikal Incang-incang dan memahami bagaimana tradisi ini bertransformasi dari sastra lisan menjadi seni pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus etnomusikologi. Data diperoleh melalui observasi di lapangan, wawancara dengan berbagai narasumber, dan pengumpulan dokumentasi. Dalam analisis, pendekatan struktur musik yang dikemukakan oleh Karl Edmund Prier diterapkan untuk meriset komposisi musik Incang-incang, sementara konsep perubahan musik oleh Bruno Nettl digunakan untuk memahami proses transformasi tradisi ini. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa Incang-incang adalah sastra lisan yang dilantunkan berirama tanpa terikat aturan tertentu namun tetap ada pola irama dan pola ritmis membentuk karakteristik penyajiannya. Seiring perkembangan waktu, tradisi ini mengalami perubahan dalam metode penyajian dengan pengenalan alat musik gitar dan mulai ditampilkan dalam berbagai acara budaya masyarakat. Transformasi ini menunjukkan adanya penyesuaian tradisi dengan selera estetika masyarakat tanpa mengabaikan unsur-unsur tradisionalnya. Sebagai kesimpulan, Incang-incang adalah tradisi lisan yang masih aktif dan berkembang di kalangan masyarakat Pedamaran dan memiliki peranan penting sebagai identitas budaya masyarakat lokal.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Incang-incang, sastra lisan, etnomusikologi, transformasi budaya, seni pertunjukan, Pedamaran | |||||||||
| Subjects: | Etnomusikologi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi | |||||||||
| Depositing User: | Sofistiyan Qaulan Sadida | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 02:29 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2026 02:50 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23325 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
