Fahmi, Yusri (2026) Revitalisasi Kesenian Debus Di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Yusri Fahmi_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Yusri Fahmi_2026_BAB 1.pdf Download (745kB) |
|
|
Text
Yusri Fahmi_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (297kB) |
|
|
Text
Yusri Fahmi_2026_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (698kB) | Request a copy |
|
|
Text
Yusri Fahmi_2026_PERNYATAAN-PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (108kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Revitalisasi Kesenian Debus di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten” bertujuan untuk mengkaji keberadaan, perkembangan, serta upaya revitalisasi kesenian Debus sebagai salah satu warisan budaya tradisional masyarakat Banten. Debus merupakan kesenian yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai historis, spiritual, dan sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan teori revitalisasi budaya Anthony F. C. Wallace, yang menjelaskan revitalisasi sebagai upaya sadar dan terorganisasi untuk menghidupkan kembali unsur-unsur budaya yang mulai mengalami perubahan dan penurunan keberlanjutan dalam masyarakat. Teori tersebut digunakan untuk menganalisis proses pengembangan kesenian Debus ke dalam bentuk pertunjukan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang menjadi identitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Debus di Kabupaten Pandeglang tetap terjaga keberadaannya sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat, meskipun mengalami perubahan dalam bentuk pertunjukan dan fungsinya. Debus tidak hanya dipahami sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai praktik spiritual yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan. Dalam perkembangannya, Debus mengalami adaptasi melalui pengemasan pertunjukan yang lebih modern serta keterlibatan dalam kegiatan pariwisata dan media digital. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa revitalisasi kesenian Debus sangat penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya. Upaya pelestarian perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak agar Debus tetap hidup dan berkembang sebagai identitas budaya masyarakat Banten di era modern.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#TARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Revitalisasi, Kesenian Debus, Pandeglang | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | Yusri Fahmi | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 07:43 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2026 07:43 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23411 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
