Orde Perut ; Sebuah Ungkapan Visual Tentang Penderitaan

Saroni, NIM 031 1606 021 (2010) Orde Perut ; Sebuah Ungkapan Visual Tentang Penderitaan. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (6MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Mempersiapkan pameran tunggal seperti dalam tugas akhir ini dibutuhkan energi yang cukup memadai hingga pameran ini bisa terselenggara . Satu semester penulis pikir tidak akan cukup untuk mengerjakan karya tugas akhir. Dengan kesadaran demikian maka penulis telah menyiapkan karya tugas akhir ini sejak tahun 2008. Sehingga dalam pameran ini bisa dilihat karya-karya yang dibuat tahun 2008, tahun 2009, dan tahun 2010. Pada karya yang berjudul Menunda Kematian, penulis mencoba mengeksploras i base menjadi bagian yang integral dengan karya dan juga ruang. Penulis memasukan unsur geometrik yang kaku dan terukur pada karakter bentuk yang cenderung meliuk organik. Penulis meminj am media instalasi untuk menyatukan beberapa bentuk menjadi satu kesatuan sehingga memilki makna baru. Bentuk patung menjadi terpecah. Dalam karya ini ada kecenderungan bercerita sehingga karya bersifat naratif. Beberapa karya yang punya kecenderungan naratif antara lain;Memanggul Impian, Parade in Paradise, Melihat lagi Tubuh Kita, dan Kontruksi Kematian. Karya-karya ini masih mempersoalkan base.Menjadikan base sebagai keterangan ternpat atau pokok persoalan, seperti terlihat pada daun pisang yang menjadi jalan raya atau elemen sandal japit yang diletakkan pada salib. Karya yang beijudul Menjemur Air dan Sebatang Air, mempunyai kecenderungan agak berbeda, penulis meminjam bahasa surealistik, cenderung menyamarkan objek dan ada penekanan pada teknik pahat kayu. Selanjutnya penulis mencoba menggabungkan bentuk organik dan geometrik , eksplorasi ini bisa dilihat dalam karya Seperti Pohon, Seperti Benih, The Last Supper, Sound scape, Sepenggal Ingatan, Jejak # 1 dan Jejak #2. Kontruksi dan potongan menjadi permasalahan di samping potensi material dan potensi historisnya. Tegangan antara gagasan, material, dan ruang. Sampai di sini penuli s tidak berhenti pada persoalan bentuk semata. Pengalaman hidup menjadi pemantik yang mengobark an semangat dalam berkarya, menjadi saksi tentang apa yang dialami. Orde perut menyisakan banyak pesoalan, kekerasan, kemiskinan, penderitaan , dan bunuh diri. Kehidupan yang dijalankan atas dasar motivasi perut atau keserakahan melahirkan orang-orang yang putus asa, stress, dan terasing. Kapitali sme untuk sementara bisa dituding sebagai biang kerok penderitaan . Akumulasi modal yang memusat pada segelintir orang terus menjanjikan perubahan nasib yang lebih baik kepada para buruh, tukang, petani, dan anak-anak sekolah. Kapitalisme menyemangati mereka untuk giat bekerja dan mengkonsumsi barang-barang canggih, agar menjadi gaul, keren, maju, dan pantas menjadi warga dunia. Lantas manusia dihargai karena kapasitas produksi dan konsumsinya. Karya seni pada akhimya adalah produk budaya, bukan semata-mata benda berharga yang jatuh dari langit. Seni adalah hasil pergulatan hidup seniman dengan linngkungan sosialnya, dengan demikian seni adalah denyut kehidupan itu sendiri . Masyarakat yang cerdas akan melahirkan karya seni yang cerdas pula.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Dosen Pembimbing: Anusapati, Soewardi
Uncontrolled Keywords: Orde Perut, seni patung
Subjects: Seni Murni > Seni Patung
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Seni Murni > Seni Patung
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 29 Sep 2017 04:04
Last Modified: 29 Sep 2017 04:04
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2363

Actions (login required)

View Item View Item