Sangmesih Wijayanti, Rindu (2026) Upaya Preservasi Musik Keroncong Surakarta Di Lokananta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
RINDU SANGMESIH WIJAYANTI_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
||
|
Text
RINDU SANGMESIH WIJAYANTI_2026_BAB I.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Rindu Sangmesih Wijayanti_2026_BAB V.pdf Download (686kB) | Preview |
|
|
Text
RINDU SANGMESIH WIJAYANTI_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Musik keroncong telah lama hadir dalam kehidupan masyarakat Indonesia, utamanya di kota Surakarta yang memiliki grup musik keroncong terbanyak di Indonesia. Hal ini terjadi karena di masa lampau Lokananta, sebagai perusahaan rekaman, secara masif merekam dan memproduksi musik keroncong sehingga dapat dikenal ke penjuru negeri. Meski tidak lagi seaktif dulu menjadi perusahaan rekaman, Lokananta kini menjadi salah satu tempat yang mengupayakan preservasi arsip audio fisik. Akan tetapi, perhatian akan upaya preservasi ini masih belum menjadi skala prioritas. Meski pada kenyataannya, preservasi adalah langkah penting untuk menunjang keberlangsungan kekayaan musik keroncong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek musikologis keroncong Surakarta dan menjabarkan upaya preservasi musik keroncong Surakarta yang dilakukan oleh Lokananta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualititatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan etnografi. Aspek musikal dari musik keroncong Surakarta yang ditinjau dari lagu Bengawan Solo milik Gesang dan Walang Kekek milik Waldjinah, dianalisis melalui teori musik yang dikembangkan oleh Leon Stein. Hasil menunjukan bahwa lagu Bengawan Solo memiliki struktur binary form yang memiliki kesamaan dengan struktur jenis langgam. Sementara lagu Walang Kekek memiliki struktur sonatina form yang tidak memiliki kesamaan dengan struktur keroncong langgam. Secara historis, kelestarian musik keroncong Surakarta terjadi melalui hadirnya Lokananta. Preservasi yang dilakukan Lokananta ditinjau berdasarkan prosedur lembaga ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masifnya musik keroncong Surakarta di era dulu didasarkan pada hadirnya Lokananta sebagai perusahaan rekaman yang memacu musisi keroncong lokal untuk mengembangkan diri. Dalam upaya preservasinya, Lokananta melakukan tiga langkah besar yakni; (1) inspeksi; (2) konservasi; (3) digitalisasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91221#MUSIK | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Arsip Musik, Keroncong Surakarta, Lokananta, Preservasi Musik | |||||||||
| Subjects: | Penciptaan dan pengkajian seni Seni Musik |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik | |||||||||
| Depositing User: | Rindu Sangmesih Wijayanti | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 01:20 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 01:20 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23671 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
