Chandra Mukti, Galih (2026) Teks Dramatik Lakon Nurunan Jumeneng Ratu Tradisi Kedu Temanggungan Sajian Ki Legowo Cipto Karsono. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Galih Chandra Mukti_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
Galih Chandra Mukti_2026_BAB I.pdf Download (597kB) | Preview |
|
|
Text
Galih Chandra Mukti_2026_BAB IV.pdf Download (192kB) | Preview |
|
|
Text
Galih Chandra Mukti_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Download (211kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks dramatik pakeliran tradisi Temanggungan lakon NJR sajian Ki Legowo Cipto Karsono. Konsep teks dramatik yang terdiri dari struktur dramatik dan tekstur dramatik digunakan untuk menganalisis lakon NJR. Pengertian struktur dramatik dan tekstur dramatik menggunakan istilah Aris Wahyudi, yang dalam istilah pedalangan struktur dramatik disebut sambung-rapet dan tekstur dramatik disebut greget sahut. Konsep sambung-rapet berkaitan dengan pola bangunan lakon, alur, penokohan, setting, dan tema. Greget-sahut adalah cara seorang dalang mengaktualisasikan peristiwa dalam pakeliran untuk mewujudkan sebuah peristiwa yang hidup, melalui penampilan peristiwa, baik mengenai dialog, suasana, narasi, sulukan, serta spektakel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi analitik dan struktural. Adapun langkah yang diambil melalui studi pustaka dan pertunjukan lain, wawancara, pemilihan objek penelitian. Selanjutnya objek penelitian ditranskrip dan dianalisis menggunakan metode deskripsi analitik dan metode penelitian struktural model Aris Wahyudi. Hasil analisis menunjukkan bahwa lakon NJR tidak menggunakan susunan adegan secara ketat, disesuaikan dengan kebutuhan lakon dan pentas. NJR memiliki alur longgar dan paralel. Penggambaran fisik, karakter, dan sifat tokoh ditemukan melalui ginem dan narasi. Terdapat delapan latar yang ada di lakon NJR. Adapun tema lakon NJR adalah kesetiaan dengan amanat untuk mencapai keberhasilan dibutuhkan usaha dan pengorbanan. Dialog menggunakan bahasa jawa ngoko, jawa krama, dan seringkali bahasa pedalangan. Narasi menggunakan bahasa pedalangan yang didalamnya banyak menggunakan majas dan purwakanthi. Suluk hanya memiliki dua jenis sulukan yaitu sulukan lagon dan ada-ada yang berfungsi untuk mendukung suasana adegan. Suluk tradisi Temanggungan memiliki kekhasan antara lain suluk mégo bisa digunakan untuk lagon dan ada-ada dalam berbagai pathet, beberapa suluk memiliki umpak-umpakan, dan suluk pungkasan. Spektakel dalam wayang hanya berkenaan dengan dialog dan narasi yang menggunakan majas hiperbola, kiasan, dan personifikasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91241#SENIPEDALANGAN | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | struktur dramatik, lakon Dewi Sri, lakon Nurunan Jumeneng Ratu, Ki Legowo Cipto Karsono, Wayang Kedu Temanggungan | |||||||||
| Subjects: | Pedalangan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Pedalangan | |||||||||
| Depositing User: | Galih Chandra Mukti | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 01:47 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 01:47 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23688 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
