Estetika Keseharian Prosa, Permainan Budaya, Dan Identitas Sosial (V)

Katya Mandoki, author and Miftahul Munir, penterjemah (2017) Estetika Keseharian Prosa, Permainan Budaya, Dan Identitas Sosial (V). BP ISI Yogyakarta, Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Cover 2017.pdf

Download (884kB) | Preview
[img] Text
30-Konklus.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (317kB) | Request a copy

Abstract

Dari matriks medis, kita menghadapi dua sisi hidup yang paling cerah dan paling gelap. Puncak teknologi medis secara dramatis dikaitkan dengan pengetahuan mendalam tentang keajaiban alam. Kecenderungan khas manusia untuk menerima kesehatan apa adanya, membuktikan derajat kita dalam menyamakannya dengan kehidupan itu sendiri. Kita mencoba menangani kesehatan sendiri tanpa dokter sampai suatu penyakit menyerang kita atau mengancam kehidupan kita. Karena itu, simbol dan matriks medis bukanlah kesehatan, namun penyakit yang mengacu pada ketidaksehatan. Penyakit sebagai simbol medis dalam hal ini bukan objek yang menarik, namun ditarik, bukan menawan, namun tertawan oleh suatu penyakit (kecuali bagi dokter yang memainkan kontes kesehatan). Ia beroperasi sebagai simbol dengan muatan kesadaran yang mutlak, materi dan waktu yang dicurahkan untuk memerangi atau mencegahnya. Bukanlah hal yang ringan bilamana semiotika sebagai teori tanda, muncul pada masa Yunani Klasik dari matriks ini, karena tubuh tampil mengungkapkan bahasa gejala dengan pemahaman dan penyelidikannya sebagai materi hidup dan mati. Dalam matriks medis, kita bisa melampaui semiosis dengan tidak hanya mengakui makna prosedur, diagnose atau perawatan, namun memasuki semesta estetiknya yang sangat mengesankan. Menjadi estetik berarti mendiskualifikasinya sebagai upaya ilmiah dan fungsional, namun melengkapi persyaratannya untuk legitimasi dan pengakuan. Mekanisme seruannya bisa menarik individu untuk menjadi dokter atau perawat, atau mendorong kita untuk memilih seorang dokter daripada lainnya. Strategi estetik dalam matriks ini bisa begitu kuat dalam meyakinkan pasien yang ditangani dengan baik dan bahkan membantu dengan sepantasnya penyembuhan mereka secara langsung, atau kebalikannya, menimbulkan kebingungan dan tidak nyaman yang mempengaruhi perasaan mereka dan mengganggu kesehatan mereka. Di antara ilmu dan seni, matriks medis bersifat im-presif dalam penyebaran strategisnya, karena keahlian dan ilmu disimpulkan dari retorikanya, dan bersifat eks-presif dari daya temu dan filantropi (derma) dari banyak anggotanya (meskipun mempunyai muatan merkantilisasi yang rakus, malpraktek dan pengabaian dalam matriks ini).

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Estetika, seni rupa
Subjects: Karya Dosen
Divisions: Repository ISI Yogyakarta
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 03 Oct 2017 07:18
Last Modified: 03 Oct 2017 07:20
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2383

Actions (login required)

View Item View Item