Makna dan Simbol Tari Tiba Meka dalam Budaya Masyarakat Manggarai Tengah

Jemalik, Marsianus (2026) Makna dan Simbol Tari Tiba Meka dalam Budaya Masyarakat Manggarai Tengah. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
MARSIANUS JEMALIK_2026_FUL TEKS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
MARSIANUS JEMALIK_2026_BAB I.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
MARSIANUS JEMALIK_2026_BAB IV.pdf

Download (181kB) | Preview
[img] Text
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI MARSIANUS JEMALIK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (86kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Tari Tiba Meka merupakan tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Manggarai Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berfungsi untuk menyambut tamu. Pertunjukan tari ini mengintegrasikan ragam properti adat yang kaya makna filosofis, meliputi Cepa (sirih pinang), Lopa (kotak sirih pinang), Kope Sundang (parang), Ndeki, Loce (tikar), dan selendang Songke sebagai simbol penerimaan tamu secara resmi sebagai bagian dari saudara. Konteks pertunjukan yang semula bersifat sakral dalam tatanan ritual adat kini mengalami transformasi menjadi komoditas hiburan, panggung pariwisata, dan festival budaya umum, sehingga memerlukan kajian ilmiah yang mendalam guna menjaga kelestarian nilai filosofis aslinya. Landasan teoritis dalam penelitian ini dibangun secara hierarkis menggunakan teori semiotika pertunjukan dari Nur Sahid untuk memandang tarian sebagai hamparan tanda, konsep tiga belas sistem tanda pertunjukan dari Tadeusz Kowzan untuk mengidentifikasi elemen-elemen pementasan, serta analisis hubungan triadik (segitiga semiotika) dari Charles Sanders Peirce yang mengurai tanda melalui interaksi antara representamen (sign), objek, dan interpretan. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, studi literatur, serta wawancara mendalam bersama budayawan, tokoh adat, koreografer, dan seniman musik tradisional di Kabupaten Manggarai Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Tiba Meka tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan seni atau hiburan, tetapi memiliki kedudukan sebagai warisan budaya yang menyimpan nilai-nilai luhur masyarakat Manggarai Tengah. Tari ini berperan sebagai identitas budaya, sarana komunikasi sosial, media pendidikan nilai budaya, serta wujud ekspresi estetis yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap tanda yang terdapat dalam unsur pertunjukannya membentuk satu kesatuan makna yang menggambarkan nilai penghormatan, persaudaraan, kebersamaan, keterbukaan, dan kearifan lokal masyarakat Manggarai.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Jemalik, Marsianusnim2212037011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorSupriyanti, Supriyantinidn0009016207
ContributorRai Dewi Astini, Ni Kadeknidn0022067705
Department: KODEPRODI91231#TARI
Uncontrolled Keywords: Tari, Tiba Meka, penyambutan, makna dan simbol, semiotika
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: Marsianus Jemalik
Date Deposited: 22 Jun 2026 03:52
Last Modified: 22 Jun 2026 03:52
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23842

Actions (login required)

View Item View Item