Pengarsipan Karya Musik Hasan Bahasyuan Melalui Platform Pameran Digital Sebagai Praktik Applied Ethnomusicology

Moh. Faisa Anugrah, Baso (2026) Pengarsipan Karya Musik Hasan Bahasyuan Melalui Platform Pameran Digital Sebagai Praktik Applied Ethnomusicology. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
BasoMohFaisalAnugrah_2026_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (784kB) | Request a copy
[img] Text
BasoMohFaisal_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (223kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BasoMohFaisalAnugrah_2026_PENUTUP....pdf

Download (440kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BasoMohFaisalAnugrah_2026_BAB1.pdf

Download (784kB) | Preview

Abstract

Penelitian penciptaan karya ini berfokus pada pengarsipan karya musik Hasan Bahasyuan melalui platform pameran digital sebagai praktik Applied Ethnomusicology. Penelitian ini berangkat dari kondisi arsip karya Hasan Bahasyuan yang masih tersebar di berbagai tempat dan belum dikelola secara terstruktur. Selain itu, belum adanya media informasi yang mampu mengkomunikasikan karya-karya Hasan Bahasyuan secara komprehensif kepada publik berpotensi menyebabkan hilangnya memori kolektif masyarakat terhadap identitas musik pop Kaili di Sulawesi Tengah. Proses penelitian dilakukan melalui metode etnografi dengan melakukan pelacakan arsip, wawancara mendalam bersama keluarga, murid, dan budayawan, kemudian dilanjutkan dengan proses pendigitalisasian, restorasi audio visual, serta pembuatan katalog anotasi karya. Seluruh hasil temuan kemudian dikurasi ke dalam sebuah website pameran digital dengan konsep “Dollhouse View” yang memungkinkan pengunjung mengakses arsip secara interaktif dan lebih dekat. Landasan konseptual karya ini berpijak pada teori Cultural Studies Stuart Hall mengenai representasi dan pembentukan identitas budaya. Musik pop Kaili yang dipelopori Hasan Bahasyuan dipahami sebagai bentuk representasi identitas masyarakat Kaili yang terus dinegosiasikan di tengah perkembangan masyarakat urban di Kota Palu. Melalui model encoding dan decoding Stuart Hall, karya-karya Hasan Bahasyuan dipahami sebagai proses encoding identitas budaya Kaili ke dalam bentuk musikal pada era 1950–1980-an. Namun, proses decoding atau pemaknaan ulang oleh generasi muda saat ini mengalami hambatan akibat tidak tersedianya arsip yang komprehensif. Kondisi tersebut menyebabkan proses pemaknaan terhadap karya Hasan Bahasyuan menjadi fragmentaris sehingga esensi identitas Kaili di dalam karya-karyanya tidak sepenuhnya dipahami oleh generasi masa kini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Moh. Faisa Anugrah, Basonim2010756015
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorAryandari, Citranidn0025077901
ContributorWarsana, Warsananidn0012027109
Department: KODEPRODI91201#Etnomusikologi
Uncontrolled Keywords: Arsip Hasan Bahasyuan, Musik Pop Indonesia, Musik Pop Kaili, Applied Etnomusikologi
Subjects: Etnomusikologi
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi
Depositing User: Baso Moh Faisal Anugrah
Date Deposited: 22 Jun 2026 08:52
Last Modified: 22 Jun 2026 08:52
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24009

Actions (login required)

View Item View Item