Alpaka guru

Ni Putu Septia Rasmini, NIM 0511137011 (2010) Alpaka guru. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (9MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Karya tari "Alpaka Guru" tercipta atas rangsang ideosional atau gagasan tentang karakter, sifat-sifat manusia yang ada dalam legenda Segara Rupek. Karakter dimaksud di antaranya, ketulusan Ibu dan Naga Basuki yang berhadapan dengan kedurhakaan seorang anak yang bernama Manik Angkeran, dan akhimya sifat durhaka tersebut mencelakakan dirinya sendiri. Tipe tari yang digunakan adalah tipe dramatari-dramatik dan menggunakan mode penyajian representasional-simbolis. Karya tari "Alpaka Guru" berdurasi 26 menit 49 detik merupakan suatu kreasi atau bentuk baru dari pengembangan gerak, busana, dan iringan tradiri Bali. Secara struktural tarian ini disusun atas lima adegan. Pertama introduksi, menggambarkan suasana pagi hari di rumah Manik Angkeran dengan segala aktivitas. Adegan kedua, menggambarkan Manik Angkeran sedang mengadu dua ekor ayam miliknya, yang pada kenyataannya keduanya mengecewakan. Adegan ini dilanjutkan dengan Manik Angkeran datang menemui sang ibu meminta Genta, sebagai sarana untuk memohon pertolongan kepada Naga Basuki. Adegan ketiga, menggambarkan pertemuan dan pertanmgan Manik Angkeran dengan Naga Basuki. Manik Angkeran menemui ajalnya sebagai akibat dari keserakahannya sendiri, yang dengan semena-mena telah memotong ekor Naga Basuki yang penuh dengan permata. Karya tari "Alpaka Guru'' merupakan koreografi kelompok, yang menghadirkan 14 orang penari (tujuh penari putra dan tujuh penari putri). Menggunakan musik live yaitu perpaduan beberapa instrumen yang ada dalam Semar Pegulingan dan Gong Kebyar, dengan pengolahan pola-pola gending seperti yang ada dalam tari tradisi Bali, misalnya pola gagaboran dan babatelan. Mengenai rias busana dan properti yang digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan pemunculan karakter tokoh dalam pengadegannya yang bersifat linier.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Dosen Pembimbing: Ni Nyoman Sudewi, Ni Kadek Rai Dewi Astini
Uncontrolled Keywords: Segara Rupek, Manik Angkeran, Naga Basuki.
Subjects: Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan)
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 04 Oct 2017 02:43
Last Modified: 04 Oct 2017 02:43
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2402

Actions (login required)

View Item View Item