Sanggar Seni "Bao Daya" Di Desa Lenek Tengah Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Suatu Kajian Industri Pariwisata

Yosef Adityanto Aji, NIM: 0311062011 (2008) Sanggar Seni "Bao Daya" Di Desa Lenek Tengah Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Suatu Kajian Industri Pariwisata. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (12MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Sanggar seni "Bao Daya" yang ada di Desa Lenek Tengah, Kabupaten Lombok Timur adalah satu di antara sangar-sanggar seni yang ada di Lombok yang menyajikan bentuk seni pertunjukan tradisional masyarakat Sasak. Sanggar seni "Bao Daya" yang berdiri sejak 1970-an dan memiliki anggota yang berasal dari satu ikatan keluarga ini bergerak dalam bidang industri pariwisata khususnya wisata seni pertunjukan. Bentuk pertunjUk:an yang disajikan merupakan pertunjukan tradisonal masyarakat Sasak yang semula pada dasarnya penuh dengan nilai magis dan sakral. Akan tetapi, atas permintaan konsumen (wisatawan maupun biro wisata), maka bentuk seni tradisional tersebut disajikan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah paket seni wisata. Marniq Atun adalah salah seorang seniman yang tinggal di wilayah Kabupaten Lombok Timur dan merupakan pendiri dari sanggar seni "Bao Daya". Sejak tahun 1970-an sanggar seni ini telah menciptakan dan mengadakan berbagai bentuk seni pertunjukan terutama seni pertunjukan tradisional masyarakat suku Sasak. Sanggar seni yang dikelola oleh keluarga itu secara khusus telah mendapat tempat di tengah-tengah masyarakat wisatawan. Seni pertunjukan yang disajikan untuk tujuan pariwisata secara umum mempunyai ciri-ciri seperti yang diungkapkan oleh R.M. Soedarsono, yaitu penyajian bentuk pertunjukan yang menyerupai aslinya atau tiruan dari tradisi yang telah ada, singkat dan padat penyajiannya, penuh variasi, tidak sakral, disajikan secara menarik, murah biayanya, dan mudah dicema oleh wisatawan. Ciri-ciri tersebut menjadi tuntutan yang utama dalam mengelola sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang wisata dan hiburan. Sanggar seni "Bao Daya" menyajikan bentuk-bentuk kesenian tradisional yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga sudah sesuai dengan norma­ norma yang sesuai dalam menyajikan sebuah sajian paket wisata. Dari hal tersebut maka dapat diperoleh gambaran bahwa dukungan seni pertunjukan sebagai atraksi pertunjukan wisatawan secara sadar telah diterapkan oleh sanggar seni "Bao Daya". Artinya masyarakat pendukung seni pertunjukan sebagai seniman pelaku dan pencipta terpacu untuk mengembangkan bentuk-bentuk pertunjukan yang sudah ada untuk kemudian direfleksikan kembali pada jamannya saat ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM
Yosef Adityanto Aji, NIM: 0311062011UNSPECIFIED
Department: UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
Additional Information : Y. Sumandiyo Hadi,Supadma
Uncontrolled Keywords: Industri pariwisata, "Bao Daya", Mamiq Atun
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 04 Oct 2017 07:06
Last Modified: 04 Oct 2017 07:06
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2415

Actions (login required)

View Item View Item