Proses Penyutradaraan Jose Rizal Manua dalam Naskah WOW Karya Putu Wijaya oleh Teater Tanah Air, Jakarta

Dyah Chatra Kompassia Malaccenses, NIM. 0510478014 (2010) Proses Penyutradaraan Jose Rizal Manua dalam Naskah WOW Karya Putu Wijaya oleh Teater Tanah Air, Jakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (12MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (30MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Teater Tanah Air terbentuk pada tanggal 14 September 1988 atas ide Jose Rizal Manua. Perkembangannya diwamai dengan pertunjukan drama musikal anak-anak, drama remaja, dan membawakan tema khusus untuk ABG. Ketertarikan Jose Rizal Manua untuk memperluas ilmunya di bidang teater, mendasari pemikiran teater anak-anak dalam Teater TanahAir. Pertunjukan WOW merupakan salah satu karya basil penyutradaraannya yang berhasil meraih 19 medali emas dengan kategori Best Performance & Best Director dalam Festival Teater Anak Dunia ke-9 di Lingen Jerman pada 14 - 22 Juli 2006. Salah satu faktor keberhasilan Jose Rizal Manua didukung oleh kerjasama Putu Wijaya dalam memberikan kebebasan untuk menafsirkan naskah WOW. Penafsiran dilakukan dengan menggali potensi anak-anak melalui imajinasi mereka. Anak-anak diberikan kebebasan berkreativitas dalam mengeksplorasi karakter sesuai arahannya Pesan yang dapat di peroleh dalam pertunjukan ini adalah kebersamaan anak-anak tanpa membedakan asal-usul daerah mereka untuk saling tolong-menolong, dan mengingatkan dalam bermain harus mengenal waktu. Jose Rizal Manua menghadirkan konsep operet dalam pertunjukan WOW. Sebagaian besar dialognya dibawakan dengan nyanyian . Dalam rangka mengikuti festival teater anak tingkat dunia yang di adakan oleh Asosiasi Teater Amatir futemasional setiap 4 tahun sekali maka jumlah pemain di batasi (maksimal 14 anak). Jose Rizal Manua melewati tahapan­ tahapan berikut ini untuk penyeleksian pemainnya antara lain: seleksi, eksplorasi, casting, reading, blocking, moving, gerak dan tari, musik serta run through. Suasana adegan pada pertunjukan WOW menggunakan setting layar putih untuk menghadirkan efek bayangan tertentu dalam setiap adegannya. Efek khusus dihadirkan dari lampu persenel yang menghasilkan efek bayangan, dan lampu elips yang menciptakan efek bulan pumama. Pemilihan musik etnik dari berbagai daerah di Indonesia mendominasi iringan musik pada setiap adegan. Unsur Pendukung lain untuk memperkuat suasana adegan yaitu pada pemakaian kostum dan rias yang kompleks. Namun, mengingat pemerannya anak­ anak, maka sarana tersebut dibuat sederhana dan fleksibel. Hal ini bertujuan untuk memepermudah proses pergantian karakter dikarenakan adanya peran ganda dalam pertunjukan. Teater Tanah Air mendapat perhatian dunia karena keberhasilan pertunjukan WOW. Hal ini dapat menjadi teladan bagi perkembangan teater anak-anak di tanah air. Pertunjukan WOW telah membuktikan bahwa teater anak-anak di Indonesia tidak kalah dengan teater anak-anak di dunia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Dosen Pembimbing: Suharjoso, Purwanto
Uncontrolled Keywords: Penyutradaraan, Jose Rizal, Naskah WOW, Putu Wijaya, Teater, Tanah Air, Jakarta
Subjects: Teater > Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 05 Oct 2017 01:36
Last Modified: 05 Oct 2017 01:36
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2421

Actions (login required)

View Item View Item