Haque, Faadiyah (2026) Evaluasi Sensory Environment pada Ruang Perawatan Pasien Depresif dan Kerentanan Trauma di RSK Puri Nirmala. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Faadiyah Haque_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
Faadiyah Haque_2026_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Faadiyah Haque_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (407kB) |
|
|
Text
Faadiyah Haque_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (671kB) | Request a copy |
Abstract
Pasien depresi dengan kerentanan trauma memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap berbagai stimulus lingkungan, seperti pencahayaan, suara, kondisi termal, material, dan tata ruang. Kondisi lingkungan yang kurang sesuai berpotensi menurunkan kenyamanan sensorik selama menjalani perawatan. Oleh karena itu, kualitas Sensory Environment pada ruang rawat inap perlu dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana lingkungan fisik ruang telah mendukung kenyamanan pengguna. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap Rumah Sakit Khusus (RSK) Puri Nirmala Yogyakarta dengan tujuan untuk mengetahui kondisi Sensory Environment, tingkat kesesuaiannya berdasarkan standar dan teori yang digunakan, serta hasil evaluasinya terhadap kualitas lingkungan ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Post Occupancy Evaluation (POE). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, pengukuran kondisi fisik ruang, dan studi literatur. Analisis dilakukan berdasarkan aspek Sensory Environment yang meliputi aspek visual, auditori, termal, material dan taktil, serta spasial. Hasil evaluasi kemudian dibandingkan dengan standar ruang rawat inap dan teori Sensory Environment sebagai dasar penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Sensory Environment pada ruang rawat inap RSK Puri Nirmala memiliki tingkat kesesuaian yang berbeda pada setiap aspek. Pada aspek visual, intensitas pencahayaan ruang VIP sebesar 85 lux, ruang individu sebesar 71 lux, dan ruang bersama sebesar 102 lux, yang masih berada di bawah standar pencahayaan ruang rawat inap. Pada aspek termal, suhu ruang berada pada rentang 28–31°C dengan tingkat kelembapan 91–92%, yang menunjukkan kondisi ruang cenderung panas dan lembap. Sementara itu, aspek auditori, material dan taktil, serta spasial menunjukkan kondisi yang relatif lebih baik meskipun masih ditemukan beberapa keterbatasan terkait privasi, distribusi pencahayaan, dan kondisi material interior. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa ruang VIP memiliki kualitas Sensory Environment yang relatif lebih baik dibandingkan ruang individu dan ruang bersama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kondisi Sensory Environment pada ruang rawat inap RSK Puri Nirmala belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan sensorik yang digunakan dalam penelitian dan masih memerlukan peningkatan, terutama pada aspek visual dan termal. Kualitas Sensory Environment berperan penting dalam mendukung kenyamanan sensorik pengguna selama menjalani proses perawatan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90221#DESAININTERIOR | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sensory Environment, post occupancy evaluation, rumah sakit kesehatan jiwa. | |||||||||
| Subjects: | Disain > Disain Interior | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Disain > Disain Interior | |||||||||
| Depositing User: | Faadiyah Haque | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 07:56 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 07:56 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24254 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
