Rif'at Cholik, Muhammad (2026) Kajian Proses Penciptaan Keris Kamardikan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Di Yogyakarta Dan Surakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Muhammad Rifat Cholik_2026_fulltext_.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Muhammad Rif'at Cholik_2026_ BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Muhammad Rif'at Cholik_2026_BAB IV.pdf Download (439kB) |
|
|
Text
Muhammad Rif'at Cholik_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (422kB) | Request a copy |
Abstract
Keris adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, estetika, serta falsafah. Perkembangan keris Kamardikan sebagai salah satu keris yang dibuat setelah Indonesia merdeka menunjukkan usaha untuk melestarikan tradisi perkerisan yang masih terus berlangsung di berbagai wilayah, terutama di Yogyakarta dan Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis proses visualisasi dalam pembuatan keris Kamardikan melalui karya dari Empu Sungkowo Harumbrodjo dan Tukirno B. Sutejo, dan K.R.T. Subandi Suponingrat, serta mengungkap nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam proses penciptaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, untuk mengidentifikasi aspek visual, teknis, material, lingkungan kerja (besalen), serta nilai filosofis yang terkandung dalam penciptaan keris Kamardikan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek penelitian memiliki kesamaan dalam menjaga tradisi perkerisan Jawa, tetapi berbeda dalam hal gaya visual, cara kerja, jenis bahan yang digunakan, serta lingkungan tempat karya tersebut diciptakan. Empu Sungkowo Harumbrodjo menunjukkan tradisi keempuan Yogyakarta yang turun temurun dari Empu Djeno Harumbrodjo, Tukirno B. Sutejo mengembangkan praktik kriya yang berbasis komunitas, sedangkan K.R.T. Subandi Suponingrat menggabungkan pengalaman nyata dengan pendekatan ilmiah. Filosofi yang mendasari keberadaan keris terlihat dalam seluruh proses pembuatan keris, sebagai simbol hubungan antara manusia dengan Tuhan, alam, dan kehidupan. Penelitian ini menekankan pentingnya proses pencatatan, pengajaran, serta melibatkan anak muda dalam upaya menjaga dan melestarikan keris Kamardikan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90211#KRIYA | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | keris Kamardikan , pelestarian budaya, proses penciptaan keris, seni kriya | |||||||||
| Subjects: | Kriya > Kriya Logam | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Kriya > Kriya Logam | |||||||||
| Depositing User: | Muhammad Rif'at Cholik | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 01:32 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 01:32 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24264 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
