Bakmi Maju Tak Gentar Sebagai Ruang Alternatif Bagi Komunitas Seni Di Yogyakarta

Naufal Hikam, Abdullah (2026) Bakmi Maju Tak Gentar Sebagai Ruang Alternatif Bagi Komunitas Seni Di Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Abdullah Naufal Hikam_2026_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB) | Request a copy
[img] Text
Abdullah Naufal Hikam_2026_BAB 1.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Abdullah Naufal Hikam_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (374kB)
[img] Text
Abdullah Naufal Hikam_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (155kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.isi.ac.id/

Abstract

Yogyakarta memiliki beberapa ruang seni berbasis komunitas yang berkembang di luar institusi formal, Bakmi Maju Tak Gentar (BMTG) merupakan salah satunya. Kajian ini mempersoalkan tentang bagaimana ruang ekonomi seperti BMTG dapat bertransformasi menjadi ruang sosial melalui konstruksi interaksi relasional dengan komunitas sebagai pendukungnya. Kajian ini mempunyai beberapa tujuan, seperti mengidentifikasi faktor yang membentuk pola relasi antara BMTG dan komunitas seni, menganalisis konstruksi interaksi relasional yang membentuk BMTG sebagai ruang alternatif, serta mendeskripsikan model pengelolaannya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Data dianalisis menggunakan lima konsep Nicolas Bourriaud (1998): relational aesthetics, artist as operator, form as lasting encounter, social interstice, dan conviviality. Hasil kajian menunjukkan bahwa BMTG memproduksi situasi pertemuan sebagai nilai utamanya, bukan pertunjukan atau objek seni. Peran perancang situasi tersebar di antara pengelola, fasilitator, musisi, dan anggota aktif, sehingga keberlanjutan interaksi tidak bergantung pada satu figur. Format program dengan jadwal tetap dan konten terbuka membentuk identitas khas BMTG, di mana setiap sesi ditentukan oleh siapa yang hadir. Model finansial yang memisahkan logika bisnis dari logika komunitas memungkinkan seluruh program seni berjalan tanpa tekanan eksternal. Tata ruang tanpa panggung dan tanpa sekat menempatkan semua orang dalam posisi yang sama. Kelima kondisi itu bekerja bersamaan dan saling menopang, menjadikan BMTG berfungsi sebagai ruang alternatif yang bertahan karena desain relasional yang melekat pada cara ruang itu dikelola dan digunakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Naufal Hikam, Abdullahnim2210304026
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorAgustina, Arintanidn0027087304
ContributorWijaya, Yasinnuptk9261774675130263
Department: KODEPRODI90101#TATAKELOLASENI
Uncontrolled Keywords: Ruang alternatif, estetika relasional, komunitas seni, interaksi sosial.
Subjects: Tata kelola seni
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Tata Kelola Seni
Depositing User: Abdullah Naufal Hikam
Date Deposited: 24 Jun 2026 02:47
Last Modified: 24 Jun 2026 02:47
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24288

Actions (login required)

View Item View Item