Studi tentang Karateristik POP Pada Bentuk Warna dan Motif Interior Toko Pakaian di Yogyakarta: Studi Kasus pada Interior Toko pakaian di Sekitar Jalan Gejayan Yogyakarta

Gati Prasetyo, 9810959 023 (2007) Studi tentang Karateristik POP Pada Bentuk Warna dan Motif Interior Toko Pakaian di Yogyakarta: Studi Kasus pada Interior Toko pakaian di Sekitar Jalan Gejayan Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
18-1.pdf

Download (5MB)
[img] Text
18-2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)
[img] Text
18-3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)
[img] Text
18-4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB)
[img] Text
18-5.pdf

Download (2MB)
[img] Text
18-6 lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Hanya dalam satu dekade, kejenakaan, keindahan yang sementara dan kadang aspek-aspek dangkal Pop desain mengalami masa subur, yaitu mulai awal 60-an dan awal 70-an di rumah induknya Inggris, dan menyebar keseluruh Eropa dan Amerika. Namun dalam rentang waktu sepufulz tahun tersebut, budaya desain telah mengalami perubahan yang fundamental. Kritik dasar untuk pop disain di tahun 60-an, bahwa nilai disain tidak perlu menjadi universal dan abadi tapi secara masuk aka! bisa menjadi berlangsung sebentar saja, mendapat habitat yang tepat untuk tumbuh dan berkembang. Habitat yang terbentuk, dari berbagai hal pada dekade 60-an seperti adanya jenomena ledakan konsumen kaum muda, pergerakan seni pop yang menjembatani sent tinggi dengan budaya massa dan budaya independent kaum muda. Pemakaian warna-warna terang, bentuk organik amuba, penggunaan mural fun imajinatif seperti polkadot, garis-garis, adalah cerminan dari karakter pop yang dangkal, tidak menyentuh kedalaman, hanya permukaan, tidak serius dan penuh dengan main-main. Setelah empat dekade kejayaan pop berlalu, kita kembali melihat motif seperti polkadot, garis-garis dan mural muncul di dalam interior toko, terutama toko pakaian yang akhir-akhir ini berada di ruas jalan yang ada di Yogyakarta. Yogyakarta sebagai kota pefajar menjadi tempat berinteraksinya kaum muda dengan segala dinamika kehidupannya. Yogyakarta juga sebagai kota budaya dengan masyarakat yang heterogen, menjadi salah satu barometer perkembangan dan kebudayaan kontemporer. Dengan melihat kembalijaktor-faklor budaya dalam sejarah kemunculan Pop sebagai rajukan, penelitian ini mencoba memberi gambaran bagaimana hasil kebudayaan dari gerakan Pop empat dekade yang lalu tersebut, terefleksi kembali pada tujuh interior toko pakaian di sekitar jalan Gejayan Yogyakarta dan mencoba melihat kemungkinan-kemungkinan fenomena kebudayaan setempat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Disain > Disain Interior
Depositing User: Heri HK Hakim
Date Deposited: 07 Nov 2014 06:56
Last Modified: 07 Nov 2014 06:56
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/244

Actions (login required)

View Item View Item