V. Saragih, Andreas (2023) Ritus Kematian Sayur Matua : Tradisi Musikal Masyarakat Simalungun. Skripsi thesis, Intitut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Andreas V Saragih_2023_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (31MB) |
|
|
Text
Andreas V Saragih_2023_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Andreas V Saragih_2023_BAB PENUTUP.pdf Download (792kB) |
Abstract
Terdapat sebuah perbedaan musik iringan pada prosesi Mangalo-alo Tondong di upacara Sayur Matuayang diadakan di Jogja, Sirpang Sigodang, Manak Raya. Walaupun berbeda, Musik yang disajikan memiliki pengartian yang sama bagi masyarakat Simalungun, yaitu gambaran sebuah kesedihan. Menjelajahi prosesi Mangalo-alo Tondong dalam upacara adat Sayur Matua yang diselenggarakan oleh masyarakat Simalungun di beberapa ruang menjadi sebuah perjalanan yang mendalam ke dalam aspek musik dan kehidupan budaya masyarakat lokal. Terdapat dua rumusan masalah yaitu bagaimanakah masyarakat Simalungun memaknai musik dan bagaimana perbedaan music yang disajikan. Melalui metode penelitian kualitatif dengan strategi etnografi yang terdiri dari observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh kunci, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan adat, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna di balik penggunaan Gual Rambing-rambing dan Gual Huda-huda yang berfokusnya pada analisis struktural musik, simbolisme budaya, serta peran ritualistik dalam upacara adat. Bagaimana elemen musik tradisional menjadi penjaga identitas kultural yang kokoh bagi masyarakat Simalungun tampak dalam aktivitas yang ditampilkan. Hal ini menunjukkan bagaimana musik ini tidak hanya menjadi aspek seni, tetapi juga sebuah cerminan dari kepercayaan, nilai-nilai, dan warisan budaya yang dijaga dengan erat oleh komunitas ini. Penelitian ini berupaya untuk merekam kekayaan ekspresi masyarakat Simalungun, sambil senantiasa menghormati dan memahami nilai-nilai budaya yang turut terperinci di dalamnya. Inti dari penelitian ini adalah untuk meresapi kedalaman budaya melalui musik, sebagai warisan yang hidup bagi masyarakat Simalungun. Pada proses menganalisis musik menggunakan buku dari Karl Edmund prier yang berjudul Ilmu bentuk musik.Maka dapat di simpulkan bahwasanya makna musik bagi masyarakat Simalungun bersifat fleksibel atau adaktif
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | sayur matua, mangalo-alo tondong, gual huda-huda, gual rambing-rambing. UPA Perpustakaan | |||||||||
| Subjects: | Etnomusikologi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi | |||||||||
| Depositing User: | sugeng SW wahyuntini | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 02:46 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Jul 2026 02:46 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24537 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
