Keberadaan Kesenian Religi Chadissiswo di Desa Argodadi Sebuah Tinjauan Sosiologi

Nurjati Mahanani, Siwi (1995) Keberadaan Kesenian Religi Chadissiswo di Desa Argodadi Sebuah Tinjauan Sosiologi. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (13MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (38MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Kesenian tradisional merupakan salah satu aktivitas manusia baik manuasia sebagai makhluk individu ataupun sebagai anggota masyarakat. Kesenian sebagai warisan nenek moyang yang diwariskan secara turun temurun dikalangan masyarakat pedesaan telah dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat yang memilikinya. Demikian halnya dengan kesenian Chadissiswo sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional yang bersifat keagamaan telah dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat itu adalah desa Argodadi dusun Sungapan Dukuh, kecamatan Sedayu, kabupaten bantul. Kelangsungan hidupnya sangat berguna bagi masyarakat daerah itu yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Oleh karena kehadirannya membawa dampak yang positif yaitu berfungsi sebagai sarana dakwah dan sarana sosial. Sebagai sarana dakwah mempunyai peranan sebagai penyebaran atau penyiaran agama Islam. Sedangkan pada sarana sosial adalah mempunyai peranan sebagai pemeriah suasana atau hiburan tanpa mernungut bayaran dan mempererat persaudaraan. Chadissiswo sebagai kesenian yang bersifat religi, dalam masyarakat Argodadi dusun Sungapan Dukuh telah mendapat tempat dihati para setiap pendukungnya. Hal itu disebabkan adanya ajaran yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakatnya. Ajaran i tu Amar Ma 'ruf Nahi Munkar, suatu ajaran tentang kebaikan dan mencegah tentang kejahatan. Penyampaian dari ajaran itu melalui syair-syair yang lantunkan dan makna gerak yang ditarikannya. Pertunjukan kesenian Chadissiswo dibagi menjadi tiga penyajian, akan tetapi masih dalam satu pementasan yaitu penyajian Rodat bertema kepahlawanan ), penyajian Setrat ( bertema keagamaan ) dan terakhir penyajian Akrobatik. Untuk waktu yang dibutuhkan kurang lebih 3 sampai 4 jam yaitu bisa malam hari atau siang hari ( tergantung pada orang yang membutuhkannya ). Malam hari dimulai pukul 20.00- 23. 00 'WI B, sedang kan pagi siang hari dimulai pukul 11. 00- 13.00 'WIB. Melalui proses perjalanan waktu keberadaan kesenian Chadissiswo sekarang telah mengalami berbagai kemajuan yaitu seringnya dipentaskan dalam peristiwa-peristiwa tertentu yang sangat mendukung kelangsungan hidup masyarakat. Baik melalui peristiwa-peristiwa keagamaan seperti peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, Nuzulul Qur'an, Isro Mirod maupun peristiwa-peristiwa nasional lainnya . Kemajuannya telah memperoleh prestasi atau penghargaan dari pemerintah baik tingkat daerah atau tingkat propinsi. Dengan demikian kesenian Chadissiswo akan menjadi lebih diakui keberadaannya didalam kehidupan masyarakat khususnya dusun sungapan Dukuh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Nurjati Mahanani, Siwinim8910343011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorSumandiyo Hadi, Ynidn0017074907
ContributorMartono, Hendronidn0027025902
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: Kesenian Religi, Chadisiswo, Desa Argodadi, Tinjauan Sosiologi
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 24 Jul 2026 01:28
Last Modified: 24 Jul 2026 04:01
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24548

Actions (login required)

View Item View Item