Rain Rosidi, Muhammad (1999) Tema Sosial Politik Pada Karya-Karya Seni Rupa Dadang Christanto. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (11MB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (43MB) | Request a copy |
Abstract
Seni rupa kontemporer di Indonesia da1am konteks keterlibatannya terhadap 1ingkungan sosial po1itik masyarakatnya, berkembang dalam dua macam jalur yang berbeda, yaitu mereka yang mempunyai kepedulian besar terhadap kelompok marjinal dan mereka yang berkernbang secara individual, tidak terikat konsep rnaupun bentuk karya. Dadang Christanto adalah salah seorang perupa yang mernpunyai kepedulian besar terhadap kondisi sosial politik masyarakatnya. Dadang meyakini bahwa kesenian adalah ruang yang tidak bebas nilai. Paradigrna yang dipakai adalah paradigma emansipatoris, yaitu bahwa seni rnerupakan proses pembangkitan kesadaran kritis terhadap sistem dan struktur yang tidak adil dan dehumanisitis. Seni harus memihak pada golongan yang teraniaya, dimiskinkan dan dirnarjinalisasikan secara ekonomis. Seni juga hams menciptakan ruang dan nuansa yang akan mampu menumbuhkan kesadaran baik pada golongan yang menindas maupun golongan yang tertindas bahwa mereka berada dalam sebuah sistem penindasan. Secara esensial tugas seniman dalam paradigma emansipatoris adalah mernanusiakan manusia yang telah mengalami dehumanisasi baik pada si penindas maupun yang tertindas. Secara garis besar, kesimpulan dari penelitian ini adalah: a Dadang memberi alasan tentang muatan sosial politis yang ada pada karya-karyanya sebagai akibat dari keadaan dan pergaulan yang tidak bisa tidak telah me1ibatkan dirinya. Menurutnya bisa saja seorang seniman melarikan diri dan hidup tenang di desa, tetapi ha! itu adalah pengingkaran terhadap kesejahteraannya sebagai orang yang berpendidikan, yang tiap hari baca koran, dan melihat ada orang yang menderita di sekitarnya. Kehidupan di luar diri seniman adalah wajar apabila membuatnya gelisah dan selalu mempertanyakan keadaan. b Seni rupa bagi Dadang adalah salah satu wujud dari keinginannya untuk berkomunikasi. Media yang dipilih oleh Dadang adalah media yang dianggapnya mampu untuk menyuarakan apa yang ingin dia sampaikan. Media instalasi adalah media seni yang paling sering dia gunakan. Alasan Dadang dalam menggunakan media ini adalah: bahwa pada instalasi belum ada gaya atau kecenderungan dalam bentuk, sehingga Dadang bebas berkreasi tanpa terbebani oleh beban sejarah. Alasan yang lain adalah Dadang menganggap media seni ini memiliki kemungkinan eksplorasi media sebanyak-banyaknya, sehingga bisa melibatkan gerak, ruang, bau dan sebagainya. Dadang merasa lebih bebas berkomunikasi dengan media seperti itu. c Dadang Christanto menganggap karya seninya sebagai media pemberi kesaksian. Dadang mengakui bahwa baginya seni adalah sesuatu yang membiarkan dirinya dalam keadaan gelisah, karena kenyataan hidup yang selalu mengusik tentang harapan-harapan hidup, harapan untuk menikmati kualitas hidup yang baik dengan keadaan adil makmur, nyaman tenteram, damai di dunia ini. d Terna yang banyak diambil oleh Dadang dalam karya-karyanya adalah tema-tema yang minor tentang pembangunan di Indonesia. Dadang tidak menampilkan sisi baik dari pembangunan di Indonesia karena menurutnya di media massa sudah banyak pujian-pujian terhadap hasil pembangunan yang kadang hanya isapan jempol belaka. Bagi Dadang kemiskinan adalah produk kekerasan struktur sosial, politik dan ekonomi. e Secara spesifik karya-karya Dadang Christanto banyak bertemakan kekerasan. Kekerasan dalam artinya yang luas adalah penggunaan kekuasaan untuk memaksakan kehendak. Dalam hal ini kekerasan yang ada pada tema-tema karya seni rupa Dadang Christanto adalah kekerasan personal dan kekerasan struktural. Kekerasan personal lebih mudah dikenali karena pada kekerasan ini subjek dan objek kekerasan terjadi kontak secara langsung. Kekerasan personal dapat dengan mudah dikenali keberadaannya karena kekerasan ini adalah kekerasan yang kasat mata. Karya-karya Dadang selain menampilkan kekerasan personal yang vertikal (antara penguasa dan ya~g dikuasai), juga kekerasan personal yang horisontal (antar sesama masyarakat). Kekerasan vertikal didominasi oleh tindak kekerasan militeristik terhadap rakyat. Dadang menggunakan simbol-simbol militer dalam mengungkapkannya, seperti penggunaan elemen senjata api maman dalam karya "Ancaman"nya. Bentuk simbolik lain yang dipakai sebagai penggambaran adanya kekerasan adalah bentuk-bentuk patung yang tersayat dan terkapar sebagai reruntuhan dalam karya "Korban" dan "Kepada Mereka yang Terbunuh". Kekerasan personal yang horisontal ada pada karyanya yang berjudul "Canibalism". Karya ini menggambarkan tindak kekerasan massif yang dilakukan sebagian masyarakat terhadap masyarakat yang lainnya. f Kekerasan yang lain adalah kekerasan struktural. Kekerasan mengambil wajah ketimpangan ekonomi dan tidak adanya keadilan distribusi pembangunan pada rakyat Indonesia. Yang diungkapkan dalam karya-karya Dadang lewat tema kekerasan ini adalah tema seputar birokrasi di negara Republik Indonesia yang tidak memihak pada rakyat, tema tentang penggusuran tanah rakyat yang dijadikan lapangan golf, tema tentang tersingkirkan manusia-manusia tanah sampai ke lautan dan tema tentang hilangnya hati nurani penguasa dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan rakyat banyak. g Tema-tema sosial politik selalu dapat dijumpai dalam karya-karya Dadang Christanto. Kesadaran untuk membuat karya-karya tersebut adalah sebagai keyakinan dia bahwa karya seni meskipun bukan satu satunya penyebab perubahan pada individu maupun masyarakat, tetapi sejarah perubahan selalu melibatkan kesenian, karena seni ikut mengkondisikan pematangan sebuah perubahan sosial. Seni selalu hadir mengambil bagian untuk perubahan yang membebaskan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90201#SENI RUPA MURNI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | seni lukis, sosial politik, Dadang Christanto | |||||||||
| Subjects: | Seni Murni > Seni Lukis | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Seni Murni > Seni Lukis | |||||||||
| Depositing User: | sri SE endarti | |||||||||
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 01:38 | |||||||||
| Last Modified: | 27 Jul 2026 01:38 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24592 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
