Yusnelli, Yusnelli (1992) Eksperimentasi Pembuatan Sonata Gasiang Tengkurak Bertemakan Musik Tradisional Minangkabau. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (72MB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
Abstract
Dalam pasal 32 UUD 1945 disebutkan bahwa kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diangkat dari budaya daerah-daerah Indonesia. Salah satu dari kebudayaan daerah itu adalah musik daerah Minangkabau. Pelestarian dan pengembangan muslk daerah yang dirasa masih sesuai dengan per kembangan zaman terasa mendesak realisasinya . Hal ini disebabkan masih dirasa kurang adanya kepedulian terhadap kesenian-kesenian daerah palda umumnya . Berangkat dari situasi inilah timbul keinginan untuk mencoba membuat sebuah kommposisi musik yang temanya diambil dari musik daerah , yaitu gasiang tangkurak dari Taeh Baruh, Minangkabau, Sumatera Barat. Komposisi tersebut diberi judul Sonata Gasiang Tangkurak, dan sekali gus dianalisis sebagai karya tulis. Untuk menyelesaikan karya tulis ini yakni tentang elcsperimentasi pembuatan sonata gasiang tangkurak bertemakan musik tradisional Minangkabau ini diperlukan sejumlah data. Data-data tersebut dikumpullcan melalui beberapa teknik pengumpulan data di antaranya: studi pustca , observasi. wawancara tentang musik daerah ( gasiane tangkurak), dan juga melalui teklmik rekaman. Kesenian daerah gasiang tangkurak adalah sekelompok permainan musik yang terdiri dari saluang sirompak sebagai instrument pengiring dan la&u sirompruk sebagai vokalnya. Eksperimentasi ·sonata gasiang tangkurak sebagai karya seni digubah dalam bentuk sonata untuk piano tunggal dengan beberapa rincian-rinciannya sesuai dengan teori-teori yang telah ada dalam penyusunan suatu bentuk sonata, khususnya sonata zaman Klasik. Analisis komposisi sonata gasiang tangkurak terdiri dari tiga bagian, bagian satu Allegro dengan struktur bentuk sonata (sonata form), dengan tema diambilkan dari musik daerah. Bagian kedua Andante dengan struktur bentuk tiga bagian dengan garapan memberi variasi terhadap tema, tema hadir sebagai inspirasi untuk mencari variasi. Bagian ketiga Allegretto dengan struktur bentuk rondo (A-B-A-C-A), dengan tema dari musik daerah (tema A), ditambah C oda. Tujuan yang ingin dicapai dalam karya tulis ini diantaranya: dapat menimbulkan kegairahan para musisi-musisi dalam berkarya tanpa mengabaikan musik-musik daerah sebagai puncak kebudayaan nasional, di samping itu juga dapat membangkitkan. rasa cinta terhadap musik-musik daerah yang ada di seluruh tanah air Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91221#SENIMUSIK | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Pertunjukan, sonata musik | |||||||||
| Subjects: | Musik > Pengkajian seni musik (musikologi dan pendidikan musik) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik | |||||||||
| Depositing User: | Bandono BD Bandono | |||||||||
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 03:44 | |||||||||
| Last Modified: | 27 Jul 2026 03:44 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24623 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
