Kesenian Jlantur Dusun Duren, Karangsari , Semin Gunungkidul Kontinyuitas dan Perubahanya

Nurmawati, Siti (2000) Kesenian Jlantur Dusun Duren, Karangsari , Semin Gunungkidul Kontinyuitas dan Perubahanya. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (7MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (26MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Kesenian Jlantur merupakan salah satu wujud kesenian rakyat tradisional sejenis dengan jathilan atau reogan yang bertemakan kepahlawanan, yang berkembang di Dusun Duren, Karangsari, Semin, Gunungkidul. Kehadiran keseni an tersebut dipakai sebagai seni pertunjukan yang bersifat hiburan. Kesenian ini muncul di Duren pada tahun 1978 yang dibawa oleh Tomo Pawiro. Kesenian tersebut merupakan perkembangan dari Daerah Madiun Jawa Timur. Bentuk penyajian Jlantur sangat sederhana baik dari segi gerak, tata rias dan tata busana maupun jenis alat musik yang dipergunakan. Motif gerak lebih ditekankan pada gerak kaki dengan motif gerak minjek-minjek. Dalam kesenian ini tidak mempergunakan tata rias khusus. Sebab kesenian ini bertemakan kepahlawan, sehingga 1ebih difokuskan pada pembuatan alis dan gudheg. Hal ini dil akukan untuk memperjelas karakter yang dibawakan. Tata busana yang dipakai terbagi menj adi empat macam yang disesuaikan dengan pemerannya masing-masing. Penari yang bertugas sebagai kapten mempergunakan busana yang bersifat bebas, misalkan setelan jas atau mempergunakan kostum yang dipakai penari kuda. Secara umum tata busana yang dipergunakan oleh penari rontek dan penari kuda berupa: baju lengan pendek, celana tunggung, slempang, kain, irah-irahan, sampur dan sabuk. Properti yang berfungsi sebagai pelengkapan dalam pertunj ukkan tersebut berupa kuda kepang, tombak yang diikat dengan bendera berwarna merah dan putih, pedang, peluit, serta instrumen yang berupa: kendang, bendhe, kecrek dan jedor. Dari awal hadimya hingga sekarang, kesenian ini telah mengalami perubahan yang beriringan dengan keajegan perubahan yang terjadi dalam keseni an ini tergolong perubahan dalam skala kecil. Perubahan-perubahan itu terletak pada jumlah penari, jenis alat musik, hilangnya nilai ritual yang berupa sesaji dan periode struktur organisasi. Hal-hal yang ajeg sekarang terdapat pada gerak, fungsi, tema, tata rias dan tata busana, waktu dan tempat pertunjukkan. Berdasarkan rasa tanggung jawab dan rasa memilik1 bersama kesenian tersebut, masyarakat Duren hingga sampai sekarang m,ampu mempertahankan keberadaannya. Dengan demikian akan menambah perbendaharaan kesenian tradisional yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Nurmawati, Sitinim9410635011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorNardono, Trinip
ContributorSumaryono, Sumaryononidn0001115709
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: Kesenian Jlantur, Dusun Duren, Kontinyuitas dan perubahanya
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 27 Jul 2026 03:58
Last Modified: 27 Jul 2026 03:58
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24631

Actions (login required)

View Item View Item