Penyutradaraan Dengan Konsep Kamera Objektif Dan Subjektif Pada Dokumenter "Andong Jogja"

Guntur Pamungkas, Dian (2007) Penyutradaraan Dengan Konsep Kamera Objektif Dan Subjektif Pada Dokumenter "Andong Jogja". Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy
[img] Text
Bab I.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Bab V.pdf

Download (474kB)
Official URL: https://lib.isi.ac.id/

Abstract

Penciptaan karya seni ini dilatarbelakangi oleh derasnya arus modernisasi dan industrialisasi transportasi yang memicu pergeseran nilai budaya lokal. Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya memiliki alat transportasi tradisional andong, yang saat ini mengalami krisis eksistensi karena jumlahnya yang semakin terbatas. Namun, di sisi lain andong bertransformasi menjadi daya tarik penunjang kepariwisataan budaya yang penting untuk dilestarikan. Melalui pembuatan video dokumenter televisi bertajuk "Andong Jogja", karya ini bertujuan memberikan wawasan kepada khalayak mengenai sejarah, kondisi riil, serta upaya pelestarian andong di Yogyakarta. Fokus utama pengkarya sebagai sutradara (director) adalah menerapkan konsep kamera objektif dan kamera subjektif untuk menghantarkan alur cerita secara estetik dan informatif. Metode penciptaan karya ini mengacu pada empat tahapan produksi standar televisi (Standard Operation Procedure), meliputi pra-produksi (survei, riset lapangan, dan penulisan naskah/treatment), setup and rehearsal (persiapan alat, lokasi, presenter, dan narasumber), produksi (pengambilan gambar berdasarkan naskah), serta pasca-produksi (proses penyuntingan gambar, pengisian grafis, dan mixing audio). Pengumpulan data pendukung dilakukan melalui observasi langsung, studi dokumentasi arsip Keraton Yogyakarta, serta wawancara mendalam bersama GBPH Yudhaningrat (Ketua Pordasi DIY), Badan Pariwisata Daerah DIY, dan kusir andong senior. Secara teknis, kamera objektif digunakan untuk menempatkan penonton sebagai pengamat cerita yang netral dari segmen ke segmen. Sebaliknya, kamera subjektif diterapkan melalui pandangan pelaku ke lensa (point of view) untuk menciptakan keterlibatan emosional audiens di dalam adegan. Pengambilan gambar didukung dengan sistem kamera tunggal (single camera), penerapan aspek rasio cinemascope, pemanfaatan cahaya alami (available light), serta teknik continuity dan cutaway. Melalui karya dokumenter ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mengapresiasi andong sebagai warisan leluhur yang bernilai sejarah tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Guntur Pamungkas, Diannim0010134032
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorRatnaningdyah Setyawati, Lucianidn0016067005
ContributorMustikawati, Retnonidn0011107704
Department: KODEPRODI91261#FILMDANTELEVISI
Uncontrolled Keywords: sutradara televisi, video dokumenter, kamera objektif, kamera subjektif, andong Jogja
Subjects: Televisi > Televisi
Divisions: Fakultas Seni Media Rekam > Jurusan Televisi > Program Studi S1 Televisi
Depositing User: jody JS Santoso
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:59
Last Modified: 27 Jul 2026 07:59
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24674

Actions (login required)

View Item View Item