Palupi Puspitasari, Endah (2003) Tari Bangilun Putri Sri Lestari di Desa Kledung Kecamatan KledungKabupaten Temanggung sebuah Tinjauan Koreografi. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (26MB) | Request a copy |
Abstract
Desa Kledung terletak dikecamatan Kledung kabupaten Temanggung propinsi Jawa Tengah. Desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani tersebut masih melestarikan berbagai macam kesenian. Tari Bangilun merupakan salah satu dari bermacam-macam seni yang terdapat di desa Kledung. Pada awalnya tari Bangilun berasal dari daerah Wonosobo sekitar tahun 1940-an. Karena tidak eksis lagi maka salah satu penarinya yang bemama Sumarno ingin sekali mengembangkan dan melestarikannya di desa Kledung tempat asalnya. Tari Bangilun pada awalnya digunakan sebagai acara hiburan sehabis mengaji yang dilakukan didalam masjid. Namun pada perkembangannya tari Bangilun mengalami pergeseran fungsi yaitu dipentaskan sebagai hiburan pada acara hajatan seperti pernikahan, khitanan, dan hari besar nasional. Sudah barang tentu semua juga mengalami perubahan, dari waktu, tempat, gerak dan penari. Tari Bangilun yang awalnya ditarikan oleh penari putra, kemudian pada masa perkembanganya ditarikan oleh penari putri. Sehingga terbentuklah kesenian Bangilun Putri Sri Lestari, di desa Kledung kecamatan Kledung kabupaten Temanggung. Tari Bangilun adalah tari yang visualisasinya menggunakan gerak ekspresif sebagai media utamanya dan musik sebagai pengiringnya. Tari Bangilun ditarikan oleh 12-14 penari putri yang masih remaja. Tari ini dapat dipentaskan dimana saja. Di tempat terbuka ataupun tertutup. Gerak dalam tari Bangilun sangat sederhana, dengan kata lain mudah diterima dan ditiru oleh para penarinya. Tari Bangilun diiringi dengan alat musik gamelan, dengan jumlah pengiring 10-15 orang. Dalam struktur tarinya Bangilun dapat dibagi menjadi tiga bagian. Bagian awal, tengah, dan akhir. Untuk perlengkapan pentasnya tari Bangilun menggunakan busana tari seperti topi atau pet, baju bludru lengan panjang warna merah hati, celana bledru sebatas lutut, sampur, sabuk atau timang. kain. yang sudah dipola untuk penutup depan, dan kaos kaki. Rias yang digunakan corrective make-up. lringan yang digunakan adalah terbang, kecer. saron, kayboard, kendang, bedug atau jhedor, dan perlengkapan pentas lain yang digunakan seperti arena pentas, sound system, sesaji, dekorasi dan lain-lain.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tari Bangilun, Putri Sri Lestari, Desa Kledung, Tinjauan koreografi | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:37 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 02:37 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24704 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
