Makna Unsur Erotisme di Dalam Kesenian Ledhek pada Upacara Sadranan

Eksi Ramaniar, Dinik (2004) Makna Unsur Erotisme di Dalam Kesenian Ledhek pada Upacara Sadranan. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (7MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (30MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Upacara Sadranan merupakan upacara adat yang dilaksanakan setiap tanggal 15-30 Ruwah da1am bulan jawa, dilaksanakan secara turun temurun dengan tujuan untuk mengirim doa kepada para arwah leluhur. Pada prinsipnya upacara ini merupakan upacara ritual sebagai upaya para warga untuk membersihkan desanya dari gangguan roh-roh jahat yang dapat menimbulkan bencana agar desa tersebut aman, nyaman, tentram, dan mendapatkan banyak rejeki serta kemudahan dalam hal sandang pangan. Persembahan ditujukan kepada danyang (rob) yang dianggap sebagai penjaga desa, dan diselenggarakan di tempat dekat pemakaman. Harapan masyarakat agar mendapatkan banyak rejeki serta kemudahan dalam hal sandang pangan sama halnya dengan mengharapkan kesuburan. Maka dari itu kesenian tayub berperan di dalamnya. Kehadiran tayub sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang kehidupannya masih diwamai budaya agraris, sebab pada masyarakat tersebut seni tayub menjadi pusat pada upacara-upacara ritual. Sebagai bentuk tari ritual kesuburan, perwujudannya tercermin secara simbolis dalam bentuk pertunj ukannya. Tayub merupakan tari berpasangan antara penari pria dan wanita. Adanya hubungan simbolik antara penari pria dengan penari wanita, diharapkan dapat menimbulkan kekuatan magis terhadap kesuburan alam, maupun kesuburan bagi manusia. Pada perkembangan selanjutnya seni pertunjukan tayub yang semula merupakan simbolisasi makna kesuburan telah berkembang menjadi suatu bentuk tari pergaulan bahkan bisa disebut sebagai tari hiburan bagi kaum laki-laki. Ketika pertunjukan tayub berlangsung, ledhek menjadi pusat perhatian dalam pertunjukan tersebut. Dengan penampilan yang ramah, penuh senyum, tingkah laku yang genit dan menggoda disertai dengan gerak-gerak tari yang erotis, akan menimbulkan erotisitas tersendiri bagi para penonton laki-laki yang hadir dalam pertunjukan tersebut. Selanjutnya para laki-laki itu terdorong ingin menari bersama ledhek tersebut, dan ledhek akan mendapatkan uang dari para laki-laki yang telah menari bersamanya. Dapat dikatakan bahwa semakin baik penampilan ledhek, maka semakin banyak pula uang yang akan di dapatkan dari para pengibing.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Eksi Ramaniar, Diniknim9810813011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorSumaryono, Sumaryononidn0001115709
ContributorSupadma, Supadmanidn0006106206
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: Erotisme, Kesenian Ledhek, Upacara Sadranan
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 28 Jul 2026 05:02
Last Modified: 28 Jul 2026 05:02
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24749

Actions (login required)

View Item View Item