Setyorini, Arumsari (1995) Bentuk Penyajian Salawatan Trengganon di Dusun Parakan Sendangsari Minggir Sleman. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (10MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (39MB) | Request a copy |
Abstract
Kesenian Trengganon merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang cukup langka. Kesenian ini cukup menarik, sehingga mengundang penulis untuk meneliti dari aspek bentuk penyajiannya. Keberadaan salawatan Trengganon ·di Dusun Parakan Sendangsari Minggir Sleman ini adalah tahun 1936 yang dibawa oleh Kyai Haji Syahid. Pada awalnya kesenian tersebut digunakan dalam usaha penyebarluasan agama Islam. Syiar agama Islam lewat kesenian salawatan Trengganon dilakukan melalui lantunan syair-s yair yang diambil dari ayat-ayat kitab Baz·zanji, yang kemudian dipadukan dan diselaraskan dengan jurus-jurus silat. Kehidupan kesenian ini tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitarnya. Dalam perkembangannya salawatan Trengganon dipentaskan bukan hanya dalam acara yang bernafaskan Islam saja, akan tetapi dipakai sebagai sarana pertunjukan atau hiburan. Dalam pembahasan ini juga akan diuraikan mengenai tinjauan umum salawatan Trengganon. Pembahasan tersebut meliputi letak geografis wilayah Dusun Parakan, keadaan penduduk yang mayoritas dari mereka adalah sebagai petani , pengertian tentang salawatan Trengganon sebagai kajian unsur kesenian yang bernafaskan Islam, fungsi kesenian tersebut yang lebih mengarah ke fungsi sekuler, latar belakang keberadaan salawatan Trengganon yang telah menyatu dengan kehidupan mereka , dimana kesenian tersebut merupakan hiburan bagi masyarakatnya, dan tersebut sangat membantu terhadap kelestarian kesenian itu sendiri, selanjutnya disinggung juga tentang pengelolaan kelompok kesenian salawatan Trengganon yang mencakup kepengurusan yang ada, pembinaan yang dilakukan, dan kelompok ini tidak lepas dari masalah keuangan. Bentuk penyajian salawatan Trengganon dalam hal ini meliputi tema, tata gerak, pola lantai, tata iringan, tata pentas dan kelengkapan tempat pentas. serta .kelengkapan pemain salawatan Trengganon yang meliputi penari dan tata busana dan tata rias. Kesemua komponen tersebut merupakan rangkaian komponen yang membentuk satu kesatuan dalam bentuk penyajiannya. Kenyataan menggembirakan yang perlu dicatat dalam hal ini adalah sajian salawatan Trengganon sebagai usaha melestarikan keberadaannya telah melakukan pembenahan dalam pertunjukannya sehingga kesenian tersebut dapat tetap diterima oleh masyarakat dan sekitarnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bentuk penyajian, Salawatan Trengganon, Dusun Parakan Sendangsari Minggir Sleman | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 03:09 | |||||||||
| Last Modified: | 29 Jul 2026 03:09 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24820 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
