Agustin Setyobudi, Dona (2004) Karakter Tokoh Wayang Wong Langen Budaya di Dusun Krikilan Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (43MB) | Request a copy |
Abstract
Kelompok kesenian wayang wong Langen Budaya yang terdapat di dusun Krikilan, pedukuhan Sumberan desa Sariharjo kecamatan Ngaglik kabupaten Sleman Yogyakarta didirikan oleh Tondoharjo Pawiro pada tahun 1958 yang mengaku pemah belajar menari tari klasik gaya Yogyakarta di Ndalem Tedjokusuman. Tiga tahun kemudian ia menurunkan "ilmu" tari yang dimiliki kepada anak laki-lakinya yang bemama Untung Sunaryo yang kini menjadi pembina dan sesepuh di kelompok kesenian tersebut. Kelompok kesenian Langen Budaya merupakan salah satu wadah interaksi bagi masyarakat dusun Krikilan khususnya bagi para anggota dari kelompok kesenian tersebut dan hadir sebagai sebuah seni pertunjukan tontonan yang digemari oleh masyarakat dusun Krikilan dan sekitarnya. Anggota dari kelompok kesenian wayang wong Langen Budaya lebih kurang berjumlah 49 orang yang sebagian besar berusia di atas 40 Tahun dan mementaskan pertunjukan wayang wongnya pada acara-acara di desa, seperti peringatan hari kemerdekaan, perayaan hari besar agama, dan juga mengadakan gebyakan pada acara-acara, seperti acara pernikahan, khitanan, dan lain sebagainya. Layaknya sebuah seni pertunjukan, wayang wong Langen Budaya juga mengalami masa pasang surut. Masa kejayaan wayang wong Langen Budaya terjadi pada kurun waktu tahun 1968-1978 dengan frekuensi pementasan sebanyak 3- 4 kali dalam sebulan. Di dalam wayang wong Langen Budaya terdapat berbagai karakter tokoh wayang, diantaranya karakter tokoh puteri, karakter tokoh putera, karakter tokoh gecul, dan karakter tokoh berciri khusus. Hal yang menarik di sini adalah bahwa dengan kemampuan dan kesederhanaan sebagai masyarakat desa, komunitas wayang wong Langen Budaya berusaha untuk memunculkan karakter tokoh wayang wong sesuai dengan gambaran karakter tokoh yang terdapat pada pertunjukan wayang kulit. Selain itu mereka berusaha untuk "meniru" gerak-gerak tari seperti yang terdapat pada tari istana. Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis yaitu untuk mengetahui bagaimana komunitas wayang Wong Langen Budaya mengintepretasikan karakter tokoh wayang wong sesuai dengan ekspresi yang mereka miliki dengan memakai pendekatan Antropologis dan Sosiologis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Karakter, Tokoh Wayang Wong, Langen Budaya, Dusun Krikilan | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 04:18 | |||||||||
| Last Modified: | 29 Jul 2026 04:18 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24842 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
