Bentuk Penyajian Jathilan "Kudho Praneso" di Dusun Gamping Tengah

Suharyanti, Suharyanti (1995) Bentuk Penyajian Jathilan "Kudho Praneso" di Dusun Gamping Tengah. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (8MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (34MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Kesenian jatiian "Kudho Praneso" termasuk kesenian rakyat jathilan milik dusun Gamping Tengah yang tidak berbeda jauh dengan pertunjukan kesenian jathilan lainnya . Pertunjukan kesenian jathilan "Kudho Praneso" yang bertemakan peperangan memiliki keistimewaan dalam bentuk penyajiannya. Keistimewaan bentuk penyajian "Kudho Praneso" disukai oleh masyarakat penonton terutama dari desa Ambarketawang yang memiliki beberapa kesenian jathilan . Kesenian jathilan di dusun Gamping Tengah lahir tahun 1946 dipimpin oieh Bapak Supo. Kesenian ini berakhir pada tahun 1979 tetapi awai tahun 1987 muncul kembali dengan bentuk penyajian yang berbeda. Perbedaan tersebut tetap tidak meninggalkan ciri kesenian rakyat jathilan, yaitu bentuk kesenian yang di daiamnya menampilkan penari berkuda dan diakhiri adegan trance . Penggarapan bentuk penyajian "Kudho Praneso" memerlukan waktu yang panjang, namun pada tahun 1990 sudah ditetapkan atau dibakukan terutama pada aspek geraknya, yang di daiamnya memiiiki gerak-gerak pokok disesuaikan dengan sifat penggarapan. Sifat pertunjukan dihubungkan dengan arti nama "Kudho Praneso" dihasilkan dari gerak pokuk melalui tubuh penari prajurit. Bentuk penyajian jatilan "Kudho Praneso" merupakan pertunjukan seni rakyat yang sudah mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut terletak pada gerak badan yang dulu tanpa entrag, sekarang sudah menggunakan gerak badan entrag. Busana yang dulu masih sangat sederhana baik warna maupun bentuknya, sekarang sudah dimodifikasi dan disesuaikan pada perkembangan jaman berstandar seni pertunjukan rakyat. Demikian juga dengan aspek pendukung iringan yang dulu tanpa menggunakan drum-set, sekarang sudah menggunakan drum-set. Walaupun penggarapan bentuk penyajian ini memerlukan waktu yang panjang, namun pada tahun 1990 sudah ditetapkan atau dibakukan terutama pada aspek geraknya, yang di dalamnya memiliki gerak-gerak pokok. Keseluruhan bentuk penyajian jatilan "Kudho Praneso" memiliki 4 bagian atau babak. Dari setiap bagiannya memiliki perbedaan nama, urutan gerak, pola penyajian dan pemakaian kostum. Perbedaan tersebut juga dihubungkan dengan isi dari penyajian maupun bentuk kostumnya. Adapun dari keempat bagian tersebut, bagian terakhir atau keempat merupakan klimaks dari pertunjukan jatilan "Kudho Praneso".

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Suharyanti, Suharyantinim890364011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorHermien Kusmayati, AMnidn0019025205
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: Bentuk penyajian, Jathilan, Kudho Praneso, Dusun Gamping Tengah
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 30 Jul 2026 07:07
Last Modified: 30 Jul 2026 07:07
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24946

Actions (login required)

View Item View Item