Suhandi, Suhandi (1995) Peranan Tari Sisingaan Bagi Masyarakat Subang Jawa Barat. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (50MB) | Request a copy |
Abstract
Pada umumnya masyarakat di beberapa daerah di Jawa Barat seperti : Bandung, Tasik Malaya, Sumedang, Cianjur, Indramayu, Karawang mengenal Sisingaan sebatas pada pengertian dalam bidang karawitan, yaitu sejenis orkes Sunda yang dipakai untuk mengiringi tari dengan menggunakan properti singa-singaan dan dijadikan objek yang berfungsi sebagai sarana hiburan. Berbeda dengan daerah lain, di Subang Sisingaan sangat melekat kuat fungsinya sebagai sarana upacara adat . Pada awal keberadaannya, Sisingaan dipakai sebagai sarana upacara adat yang berkaitan dengan budaya agraris (pertanian). Namun dalam perkembangan saat ini, Sisingaan juga dipakai sebagai sarana hiburan atau tontonan. Karenanya timbul gejala-gejala dalam Sisingaan yang berkaitan dengan kompleksitas kehidupan masyarakat Subang. Dalam berbagai fen omena yang muncul, pada dasarnya Sisingaan selalu berkaitan dengan masalah yang paling mendasar, yakni peran dan fungsi. Demikian pula halnya dengan Sisingaan yang memiliki peran tertentu selaras dengan maksud dan tujuan penyelenggaraannya, antara lain adalah peran ritual . Kepercayaan terhadap mitos kesuburan dengan awal mula kemunculan Sisingaan menyebabkan Sisingaan hingga saat ini tetap dipakai sebagai sarana upacara. Kenyataan ini, menunjukkan adanya alam pikiran mitis pada masyarakat Subang, terutama kaum petani. Dengan menggunakan kons e p fungsi Radcliffe Brown dan konsep peran Peter L. Berger sebagai dasar analisis peranan Sisingaan bagi masyarakat Subang, ditemukan kenyataan bahwa dalam kedudukannya sebaga i sarana upacara pada peristiwa khitanan, lepas panen, selamatan, Sisingaan memegang peran religius magis dan peran sosial yang sangat penting. Dalam peran religius magis, Sisingaan dipercaya sebagai sarana ritual kesuburan, sarana untuk berkomunikasi dengan dunia gaib . Di sisi lain dalam peran sosial dipakai sebagai sarana perlawanan terhadap penjajah, sarana penunjuk status sosial, sarana hiburan dan pergaulan, sarana untuk membina solidaritas. Sebagai bagian integral dari kehidupan sosial budaya masyarakat Subang, Sisingaan menunjukkan adanya jalinan makna yang terkait dengan maksud dan tujuan penyelenggaraannya. Hal tersebut tercermin melalui bentuk simbolisasi yang terdapat di dalamnya. Salah satu di antaranya adalah mengandung makna kesuburan .
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Peranan, Tari Sisingaan, Masyarakat Subang Jawa Barat | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:51 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:51 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24962 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
